Apa Amalanmu Pahlawan?

Posted in Catatan dengan kaitan (tags) , , on 10 November 2009 by hakimaza

pahlawanDi antara keajaiban hati para pahlawan mukmin sejati adalah cara mereka mengapresiasikan karya-karya mereka. Mereka tidak pernah memandang karya-karya besar mereka secara berlebihan, tapi mereka juga tidak pernah meremehkan pekerjaan-pekerjaan kecil yang mereka lakukan.

Besar-kecilnya suatu karya atau pekerjaan tidaklah ditentukan oleh satu faktor saja. Misalnya, faktor kemampuan. Ada banyak faktor yang mempengaruhi cara penilaian terhadap suatu karya dan pekerjaan seorang pahlawan. Misalnya, tingkat kebutuhan saat itu, kesinambungannya dengan pekerjaan-pekerjaan sebelumnya dengan pekerjaan-pekerjaan sesudahnya, luas wilayah distribusi manfaat, tingkat kemampuan pelaku, tingkat keterlibatan orang lain, banyaknya daya dukung, dan seterusnya. Kata kunci yang dapat menyimpulkan semua faktor tersebut adalah ketepatan. Yaitu bahwa pekerjaan itu tepat pada waktunya, tepat pada sasarannya, tepat pada tempatnyam tepat pada orangnya, tepat pada niatnya, tepat pada caranya, tepat pada cost-nya. Baca selebihnya »

Belajar dari Tukang Sol Sepatu

Posted in Renungan dengan kaitan (tags) , , , , on 4 November 2009 by hakimaza

sepatuKisah ini terjadi lebih dari duapuluh tahun yang lalu, saat saya masih duduk di bangku sekolah dasar. Di masa itu, sepatu-sepatu yang rusak tidak langsung dibuang ke tempat sampah, seperti sekarang. Kalau kondisinya ‘masih terselamatkan’, maka sepatu cuma rusak sedikit masih bisa diperbaiki atas jasa para tukang sol sepatu.

Tukang sol sepatu keliling, biasanya berjalan keluar-masuk kampung, berkilo-kilo meter untuk menawarkan jasanya, mempermak sepatu-sepatu yang rusak.

Suatu hari ibu saya bermaksud ‘mereparasi’ beberapa sepatu milik keluarga kami. Mungkin sekitar lima pasang sepatu milik orangtua saya, adik saya dan saya sendiri yang harus di’reparasi’. Sudah menjadi kebiasaan ibu saya untuk menunggu tukang sol sepatu di sore hari, sekitar pukul setengah lima, karena banyak dari mereka yang tinggal di kampung sebelah dan biasanya sekitar jam itu mereka berjalan pulang.

Namun sore itu entah kenapa setelah beberapa lama menunggu di depan rumah tidak satupun tukang sol sepatu lewat. Mungkin hari itu mereka memilih lewat jalan lain, atau bisa jadi juga mereka sedang mudik ramai-ramai sehingga tak satupun lewat di jalan depan rumah.

Hampir pukul setengah enam sore ketika akhirnya seorang tukang sol sepatu lewat di muka rumah kami. Dengan gembira tentu saja ibu saya pun memanggil tukang sol sepatu ini. Setelah terjadi kesepakatan harga, mulailah si tukang sol sepatu mengerjakan tugasnya di halaman rumah kami.

Saat itu matahari mulai meredup sinarnya, langit mulai merah, Baca selebihnya »

Coba Pak Hakim Bisa Tidak?

Posted in Belajar, Guru, Ruang Kelas dengan kaitan (tags) , , on 14 Oktober 2009 by hakimaza

Ruang Laborat Komputer
Rabu, 7 Oktober 2009

belajar komputerKelompok 1 anak-anak kelas 2 sudah duduk rapih di depan komputer masing-masing. Di sekolah, tiap kelas memang dibagi 2 kelompok ketika mengikuti pelajaran komputer. Karena jumlah komputer yang ada tidak memadai dengan jumlah siswa. So, satu kelompok belajar komputer, kelompok yang lain ikut pelajaran BK. Masing-masing 1 jam pelajaran, nanti gentian.

Baik, anak-anak sekarang coba dibuka program Paintnya.

“Yaaah… main Pak” seru beberapa anak.

Lho kan kemarin sudah main… dua kali malah…

“G@3ur%kb” mereka menggerutu gak karuan.

Memang pelajaran komputer yang ditunggu-tunggu adalah pelajaran bebas, artinya anak boleh main game komputer. Apalagi kalo pas saya pasang game-game baru… wah bisa berebut tuh anak-anak. Karena saya kadang install gamenya tidak serentak, alias 1-1.

Sudah begini saja, sekarang nggambar dulu. Nah kalo sudah mahir, baru deh main game. Baca selebihnya »

Perangkap Tikus

Posted in Alam, Catatan, Renungan dengan kaitan (tags) , , , on 1 Oktober 2009 by hakimaza

perangkapSeekor tikus mengintip di balik celah di tembok untuk mengamati sang petani dan isterinya membuka sebuah bungkusan. Ada makanan pikirnya? Dia terkejut sekali, ternyata bungkusan itu berisi perangkap tikus. Lari kembali ke ladang pertanian, tikus itu menjerit memberi peringatan, “Awas, ada perangkap tikus di dalam rumah, hati-hati, ada perangkap tikus di dalam rumah!”

Sang ayam dengan tenang berkokok dan sambil tetap menggaruk tanah, mengangkat kepalanya dan berkata, “Ya maafkan aku, Pak Tikus, aku tahu ini memang masalah besar bagi kamu, tapi buat aku secara pribadi tak ada masalahnya. Jadi jangan buat aku peninglah.”

Tikus berbalik dan pergi menuju sang kambing, katanya, “Ada perangkap tikus di dalam rumah, sebuah perangkap tikus di rumah!” “Wah, aku menyesal dengar khabar ini,” si kambing menghibur dengan penuh simpati, “tetapi tak ada sesuatupun yang bisa kulakukan kecuali berdoa. Yakinlah, kamu sentiasa ada dalam doa doaku!” Baca selebihnya »

Doa yang Dikabulkan

Posted in Keluarga, Ramadhan, Renungan dengan kaitan (tags) , , , , on 1 September 2009 by hakimaza

es blewahHari itu terasa terik. Matahari memancarkan sinarnya dengan garang. Perpaduan antara haus, lapar dan panas, menjadi ujian tersendiri bagi mereka yang berpuasa, termasuk aku.

Pulang kerja, menembus belantara lalu lintas yang semakin hari semakin ruwet dan membahayakan, di tengah sengatan matahari dan aspal yang ‘berair’. Sesampai di rumah, segera kurebahkan diriku di atas lantai yang dingin. Angin sepoi-sepoi dari pintu depan yang kubuka lebar, sedikit mengusir rasa penat dan panas yang muncul.

Pepohonan yang ku tanam di depan rumah, sangat bermanfaat di saat-saat seperti ini. Memberikan kesejukan dan keteduhan untuk penghuni rumah. Berbeda dengan beberapa rumah tetangga yang halamannya habis untuk ruangan atau garasi, ditambah lagi rumah yang menghadap ke barat.

Teh lagi? tanyaku pada istriku yang sedang menjerang air.

Lha, pingin apa? kata istriku balik bertanya.
Baca selebihnya »

Cara Mudah Menangkal Virus

Posted in Belajar dengan kaitan (tags) , , , on 28 Agustus 2009 by hakimaza

virusSiapa yang tidak kenal dengan virus? Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis (sumber: wikipedia.org). Terlebih baru-baru ini, muncul sebuah penyakit yang cukup menghebohkan dunia, dan memakan korban jiwa. Virus H1N1 atau biasa disebut Flu Babi. Virus yang semula diduga berawal dari mereka yang mengkonsumsi atau bersentuhan dengan babi.

Dalam dunia komputer, kita juga mengenal istilah virus. Virus komputer merupakan program komputer yang dapat menggandakan atau menyalin dirinya sendiri dan menyebar dengan cara menyisipkan salinan dirinya ke dalam program atau dokumen lain. (sumber: wikipedia.org).

Virus komputer ini memang tidak sampai memakan korban jiwa, tapi korban perasaan, fikiran dan uang jelas biasanya akan terjadi.
Bagaimana tidak, dokumen-dokumen penting yang sudah kita ketik tiba-tiba hilang atau ketika dibuka isinya bahasa sandi.

Namun, sebagaimana virus biologis, virus komputerpun sekarang sudah tersedia penangkalnya. Baik yang berbayar semacam Norton, McAfee, Kapersky dan produk-produk lainnya (kecuali yang bajakan), juga tersedia yang gratisan. Ada satu Anti Virus yang sekarang ini banyak digunakan, yaitu Smadav yang bisa didownload secara cuma-cuma lewat websitenya, dan sekarang sudah keluar versi 6 yang asli buatan anak negeri.

Tapi sebetulnya, virus berhubungan dengan pola hidup ataupun pola penggunaan komputer yang terkadang tidak ‘sehat’. Baca selebihnya »

Cara Unik Militer China Shalat Fajar

Posted in Catatan dengan kaitan (tags) , , , on 18 Agustus 2009 by hakimaza

Salah seorang da’i duduk bersimpuh di depan seorang Syaikh, ia menceritakan pengalaman dakwahnya ketika bertugas bersama-sama dengan tentara China yang ditempatkan di Teluk, saat perang Teluk yang ke tiga.

Sang Syaikh menundukkan kepalanya dengan hidmat mendengarkan kisah da’i tersebut. Ia memulai ceritanya ketika sekelompok pasukan tentara China berada di Utara Mamlakah (Saudi), tentunya kami selaku du’at ilallah mengenalkan kepada mereka tentang ajaran Islam dan berusaha menyelamatkan mereka dari gelap-gulitanya kejahiliyahan kemusyrikan dan kedzaliman, dari penyembahan Budha, Kunfucius, dan bentuk berhala-berhala lainnya, berubah menjadi penyembah Allah Dzat yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

Sungguh, Allah swt memberi pintu kemudahan dalam proses dakwah kami tersebut. Tidak sedikit dari mereka yang kembali pada Islam. Kami pun mengajarkan kepada mereka secara bertahap rukun-rukun Islam dan mengenalkan kewajiban-kewajiban yang lain.

Dengan sembunyi-sembunyi mereka melaksanakan shalat pada waktunya tanpa sepengetahuan komandan atau atasanya… akan tetapi Baca selebihnya »

Dugderan dan Tawuran

Posted in Catatan, Peristiwa, Renungan dengan kaitan (tags) , , on 15 Agustus 2009 by hakimaza

dugderanSepulang dari menjenguk tetangga yang dirawat di RS Pantiwilasa Citarum, kukendarai motorku dengan perlahan. Arus lalu lintas saat itu cukup padat. Maklum, berbarengan dengan usai jam kerja. Motor dan mobil saling menyalip untuk menjadi yang terdahulu. Tak dipedulikan lagi keselamatan diri atau orang lain. Yang penting, cepet-cepet sampai di rumah (walau tanpa selamat). Di perempatan jalan menuju Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), terjadi penumpukan kendaraan bermotor. Karena di lokasi tersebut, tengah diselenggarakan acara Dugderan, acara tradisi menyambut datangnya bulan Ramadhan. Acara yang biasanya diselenggarakan di pasar Johar, kini dialihkan ke area MAJT. Berbagai macam dagangan ditawarkan, baik yang tradisional sampai yang modern. Gasing dari bambu, hiasan dari akar, barongan, kapal-kapalan dari seng dan beberapa mainan yang dulu menjadi primadona masih terlihat dijajakan. Disamping itu juga ada penjaja makanan yang biasanya ada di pasar malam, penjual arum manis.

Juru parkir dadakan tampak panen. Hampir di tiap ruas jalan dan tempat-tempat yang lapang digunakan oleh masyarakat sekitar untuk lahan parkir. Nah bagi Anda yang sedang ke Semarang, jangan lewatkan acara Dugderan ini, yang berlansung hingga hari terakhir Sya’ban. Baca selebihnya »