Arsip untuk September, 2008

Sebuah SMS

Posted in Ramadhan, Renungan dengan kaitan (tags) , , on 23 September 2008 by hakimaza

Beberapa hari yang lalu, sebuah pesan singkat masuk ke hape-ku. Nama seorang sahabat tertera di atasnya. Isinya sebuah nasehat:

Jika SMS masuk kita cepat-cepat baca dan balas,
tapi kenapa waktu masuk sholat tiba, tidak cepat-cepat kita laksanakan.
Isi ulang pulsa 10 ribu kita sanggup,
tapi kenapa sedekah 1000 ke masjid terasa berat.
Waktu mandi bermacam lagi dinyanyikan,
tapi kenapa waktu makan baca bismillah pun sering kita lupakan.

Sebuah pesan yang sarat nasehat. Setelah membaca pesan tadi, segera ku teruskan pesan tersebut ke nomor beberapa sahabat. Mumpung masih gratis.

Semangkuk Kolak Pisang

Posted in Catatan, Ramadhan dengan kaitan (tags) , , , on 18 September 2008 by hakimaza

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka muliakanlah tetangganya”

Awal ramadhan kemarin, pohon pisang yang tumbuh di halaman rumahku sudah berbuah matang. Setelah kutebang, buah itupun kuperam agar matang sempurna. Dan setelah matang benar, dimasaklah buah pisang itu menjadi kolak pisang nan sedap dan harum baunya.
Sebagaimana hadits Rasulullah agar kita menyayangi tetangga, maka kolak pisang yang sudah dibuat istriku dibagikan ke beberapa tetangga -maklum buah pisangnya tidak kompak matangnya. Ada rasa bahagia ketika bisa memberi sesuatu kepada orang lain, meskipun tidak lah seberapa. Terlebih pahala yang berlipat di bulan Ramadhan ini.

Barang dua-tiga hari setelah hantaran kolak pisang ke tetangga, ada orang yang mengetuk pintu rumahku.
“Bu, mau mengembalikan piring,” kata tetanggaku. Dan di dalam piring bekas hantaranku kemarin tidaklah kosong. Ada kue jadah. Alhamdulillah. Ini kesukaan anakku.

Belum lama aku duduk, kembali ada yang mengetuk pintu.
“Pak, ini dari ibu. Sekalian mengembalikan piring,” kata anak tetangga.
Dan sekali lagi, piring itu tidak kosong. Bahkan bukan hanya piringku saja yang kembali, tapi ada mangkok yang lain. Berisi lontong, sayur opor ayam dan sayur jipang (bukan jepang lho). Subhanallah. Alhamdulillah.

Maha suci Allah, ia mengganti apa yang aku berikan kepada tetangga dengan yang lebih baik dan dalam waktu yang tidak lama.

“Barang siapa memberi makanan berbuka untuk orang yang berpuasa, maka baginya pahala orang yang berpuasa”

Zakat untuk Si Fakir

Posted in Renungan dengan kaitan (tags) , , , on 17 September 2008 by hakimaza

Tragis. 23 orang meregang nyawa saat mengantri pembagian sedekah di Pasuruan, Jawa Timur. Korban yang semuanya perempuan itu tewas karena tergencet, terinjak atau kehabisan udara. Sedang puluhan lainnya pingsan. Tidak kurang 7000 orang berdesakan dan berebutan untuk menerima sedekah yang tak lebih dari 30.000 rupiah per orang. Satu nyawa ditukar dengan Rp 30.000 (itupun belum tentu dapat). Pembagian sedekah ini dilakukan tiap tahun menjelang lebaran. Jumlah yang dibagikan bertambah, begitu pula dengan peminatnya.

Sebuah peristiwa yang memilukan. Baca selebihnya »

Guru Sejati, Masihkah Kau Ada?

Posted in Guru, Pendidikan, Renungan dengan kaitan (tags) , , , , on 13 September 2008 by hakimaza

Melihat tayangan Kick Andy semalam, tanpa terasa air menggenang di pelupuk mataku. Aku menangis. Ya, menangis. Bagaimana tidak? Kick Andy semalam mengangkat tema tentang film Laskar Pelangi yang begitu menyentuh. Film yang diangkat dari novel dengan nama yang sama karya penulis fenomenal, Andrea Hirata, ini dibesut oleh dua orang sineas, Mira Lesmana dan Riri Reza. Namun bukan filmnya yang membuatku meneteskan air mata. Tema sentral dari novel dan film Laskar Pelangi itulah yang membuatku menangis.
Selain menampilkan cuplikan film Laskar Pelangi yang akan diputar secara serentak mulai tanggal 25 September tahun ini, Kick Andy juga menampilkan tentang gambaran sekolah yang ada di Indonesia, terutama di daerah pelosok.
“Gambar ini kami ambil tahun ini, bulan ini. Bukan 30 tahun ketika masa Andrea Hirata kecil mengenyam pendidikan di SD Muhammadiyah Belitong,” jelas Andy F Noya. [...]
Baca selebihnya »

Maafkan Aku

Posted in Alam, Renungan dengan kaitan (tags) , on 8 September 2008 by hakimaza

Wildan adalah anak semata wayang pak Yasin. Mereka hidup berdua saja, karena sang Ibu telah meninggal ketika melahirkan Wildan. Rumah mereka terpisah agak jauh dengan rumah tetangga.
Sering Wildan membuat ulah, yang membuat pak Yasin kadang berang. Namun, demi mendengar permintaan maaf dan wajah memelas Wildan, hati pak Yasin luluh juga. Ya sudah, lain kali jangan diulangi lagi. Begitu nasihat pak Yasin. Selalu. Dan selalu, Wildan akan mengulanginya lagi.

Pernah kejadian, karena asyik mencari ikan, Wildan lalai dengan tugas yang diberikan ayahnya. Akibatnya, seekor anak kambing yang digembalakannya hilang. Dan Wildan akan meminta maaf kepada ayahnya, seperti biasa. Ayah pasti akan memaafkanku, batin Wildan. [...]
Baca selebihnya »

Baru itu Fresh

Posted in Belajar, Catatan dengan kaitan (tags) , , on 4 September 2008 by hakimaza

Mencoba sesuatu yang baru ternyata termasuk hal yang sulit. Meskipun sering aku memberi motivasi ke anak didik untuk senantiasa mencoba hal-hal yang baru. Namun kenyataannya, ketika hal itu aku alami sendiri tidak lah mudah untuk memulainya.

Seperti ketika kucoba membuat blog dengan menggunakan WordPress ini. Sebelumnya aku telah membuat beberapa blog, baik blog sekolah, punya teman atau milikku sendiri di Blogspot atau Blogger. Dan aku cukup enjoy di sana. Sering kuhabiskan waktu longgarku untuk menguprek blog-blog yang menjadi tanggung jawabku itu. Dan ketika kucoba membuat sebuah blog pribadi di WordPress, keraguan dan ketakutan menderaku.
Baca selebihnya »