Semangkuk Kolak Pisang

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka muliakanlah tetangganya”

Awal ramadhan kemarin, pohon pisang yang tumbuh di halaman rumahku sudah berbuah matang. Setelah kutebang, buah itupun kuperam agar matang sempurna. Dan setelah matang benar, dimasaklah buah pisang itu menjadi kolak pisang nan sedap dan harum baunya.
Sebagaimana hadits Rasulullah agar kita menyayangi tetangga, maka kolak pisang yang sudah dibuat istriku dibagikan ke beberapa tetangga -maklum buah pisangnya tidak kompak matangnya. Ada rasa bahagia ketika bisa memberi sesuatu kepada orang lain, meskipun tidak lah seberapa. Terlebih pahala yang berlipat di bulan Ramadhan ini.

Barang dua-tiga hari setelah hantaran kolak pisang ke tetangga, ada orang yang mengetuk pintu rumahku.
“Bu, mau mengembalikan piring,” kata tetanggaku. Dan di dalam piring bekas hantaranku kemarin tidaklah kosong. Ada kue jadah. Alhamdulillah. Ini kesukaan anakku.

Belum lama aku duduk, kembali ada yang mengetuk pintu.
“Pak, ini dari ibu. Sekalian mengembalikan piring,” kata anak tetangga.
Dan sekali lagi, piring itu tidak kosong. Bahkan bukan hanya piringku saja yang kembali, tapi ada mangkok yang lain. Berisi lontong, sayur opor ayam dan sayur jipang (bukan jepang lho). Subhanallah. Alhamdulillah.

Maha suci Allah, ia mengganti apa yang aku berikan kepada tetangga dengan yang lebih baik dan dalam waktu yang tidak lama.

“Barang siapa memberi makanan berbuka untuk orang yang berpuasa, maka baginya pahala orang yang berpuasa”

8 Tanggapan ke “Semangkuk Kolak Pisang”


  1. 1 Sawali Tuhusetya 19 September 2008 pukul 11:53 am

    tulisan yang informatif dan mencerahkan. memang sudah seharusnya kita saling berbagi kepada tetangga. tak hanya membangun kemaslahatan secara sosial. tetapi juga membangun komunikasi secara vertikal kepada Sang Maha Pemberi.

  2. 2 Alifia Alisarbi 19 September 2008 pukul 4:14 pm

    Wah kolak pisaaaang.. Buka masih lama ya..

  3. 3 marsudiyanto 19 September 2008 pukul 4:14 pm

    Komentar yang Mas Hakim kirim ke blog saya pun kini tidak kembali kosong. Memang bukan kue jadah, bukan pula sayur opor, apalagi kolak pisang. Hanya awal dari persahabatan panjang…

  4. 4 Andy MSE 20 September 2008 pukul 1:27 am

    Wah… Jawa buangets ya! ngembaliin pirin ada isinya… hehehe… Alhamdulillah…

  5. 5 Rafki RS 20 September 2008 pukul 12:52 pm

    Bertukar menu makanan dengan tetangga adalah salah satu hal positif yang bisa dilakukan. Kita dan tetangga sama-sama mendapat manfaat karena mencicipi menu makanan yang beragam. :smile:

  6. 6 abiehakim 21 September 2008 pukul 7:53 pm

    Iya setuju, yg penting adalah ke ikhlasan, termasuk harus ikhlas piring yang balek lagi kang….hihihihi

    Buat semua aja yang sudah kasih ‘piring’, agar ‘piring’ yang sampeyan kirim tidak balik dalam kondisi kosong, maka langsung tak masukkan ke gulungan.

  7. 7 bapakethufail 22 September 2008 pukul 12:56 pm

    hemmm… kemarin aku lupa nengok tetangga nih pak. Nanti kalau tidak kolak tak suruh ke bakul kolak aja deh…. (he he he )

    intinya kepedulian dengan tetangga ??!!!

  8. 8 afrianti takaful 6 Oktober 2008 pukul 12:34 pm

    Mmmmmhhhh… enaknya….. Makasih dah mampir ke tempatku

    Terima kasih juga sudah kunjung balik


Tinggalkan Balasan




RSS Agus Sampurno (Global Jaya)

  • 5 karakter sekolah yang bagus
    Pernah mendengar orang tua siswa berkata ‘anak saya bersekolah ditempat yang bagus’. Bagus menurut orang tua belum tentu bagus menurut guru atau siswa. Indikasinya adalah pada beberapa pelatihan yang saya fasilitasi, jarang sekali saya mendengar ada rekan guru yang mengatakan ‘Saya mengajar di sekolah yang baik’, mudah-mudahan ini terjadi karena rekan saya t […]

RSS AL Online

  • Ma Yan
    Aku harus menahan lapar selama lima belas hari hanya untuk membeli sebatang pena Ibunda Ma Yan hanya tahu, bahwa menjadi perempuan itu mudah. Tidak perlu sekolah dan pintar. Cukup di rumah, memasak lalu membersihkan rumah. Dan segala kesulitan hidup akan sirna setelah menikah. Ya, menikah akan menyelesaikan banyak hal. Namun ternyata, yang ditemuinya justru, […]

RSS Murni Ramli (Bhineka – Jepang)

  • Birokrasi dan Keramahan Layanan
    Sebelum pulang ke Indonesia saya harus menyelesaikan pergantian paspor saya yang habis masa berlakunya bulan Agustus mendatang. Prosedurnya tidak rumit dan alhamdulillah bisa selesai dalam satu hari. Sudah menjadi ketentuan bahwa pemilik paspor yang masa berlakunya tinggal 6 bulan lagi tidak diperkenankan untuk melakukan perjalanan ke luar negeri. Dan saya t […]

RSS Pak Suhadi

  • Komunikasi Pembelajaran yang Efektif
    Author : Suhadi Bahasa yang digunakan dan proses berpikir yang sedang dilakukan seorang guru sangat berkaitan erat dengan kejelasannya dalam berkomunikasi dengan siswa-siswanya. Komunikasi yang jelas dalam sebuah pembelajaran adalah salah satu syarat pembelajaran dapat berlangsung efektif. Jadi bila kita ingin menjadi guru yang efektif, marilah kita bersama- […]

Menghitung Langkah

  • 2,841 langkah menapaki jalan menuju perbaikan diri

Pengunjung





Page Rank

Powered by  MyPagerank.Net