Arsip untuk Oktober, 2008

Pengantin Gadungan

Posted in Catatan, Guru, Peristiwa dengan kaitan (tags) , on 27 Oktober 2008 by hakimaza

Memenuhi undangan adalah sebuah kewajiban. Begitu yang Rasulullah pesankan. Maka ketika sebuah undangan telah kita terima, kita wajib (diusahakan) memenuhi undangan tersebut. Kecuali ada alasan yang dibenarkan (syar’i).

Nah, ketika masih jomblo alias single dulu, saya semangat kalo ada undangan pernikahan dari teman. Bersama teman sekost, ngalor-ngidul nyari tumpangan untuk dapat menghadirinya – maklum lagi bokek. Perbaikan gizi, alasan sebagian dari kami. Ke luar kota pun dijabanin. Nginep di sana kalo perlu.

Namun sejak menikah, saya jarang memenuhi undangan pernikahan dari teman. Disamping lokasinya yang kadang luar kota atau karena kesibukan, juga karena salah satu dari kami (saya atau istri) pas ada acara. Kan gak kompak, sudah married kok datang sendirian?

Nah, kemarin Ahad mungkin termasuk kesempatan langka. Baca selebihnya »

Indahnya Malam Pertama

Posted in Renungan dengan kaitan (tags) , , , on 22 Oktober 2008 by hakimaza

Satu hal sebagai bahan renungan Kita…
Tuk merenungkan indahnya malam pertama
Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawi semata
Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam dan Hawa
Justru malam pertama perkawinan kita dengan Baca selebihnya »

Back to Gonoharjo

Posted in Alam, Petualangan dengan kaitan (tags) , , , on 21 Oktober 2008 by hakimaza

Setelah pekan lalu outbound ke Gonoharjo bersama PGPQ RM, Ahad (19/10) kemarin kembali saya menyambangi hutan wisata yang terletak di Kabupaten Kendal ini. Biarpun telah puluhan kali saya mengunjungi, tak pernah sekalipun bosan melanda.

Kali ini, saya mendampingi remaja masjid dalam acara Halal bi Halal Ikatan Remaja Masjid Al Ma’la (IRMALA). Nah, kalo biasanya halal bi halal hanya begitu-begitu saja, sekarang konsepnya diubah menjadi petualangan. Agar lebih variatif, kata Pak Fris yang bertindak sebagai penggagasnya.

Maka Ahad pagi kami berangkat menggunakan 2 buah mobil dan 1 truk. Semula kami, tim outbound mau berangkat duluan. Tapi karena sesuatu hal diputuskan untuk berangkat bareng, biar rame.

Saya bersama rombongan yang menggunakan mobil tiba lebih awal. Maka kami segera menuju ke hutan wisata yang terletak di lereng gunung Ungaran. Suasana masih sepi, baru terlihat beberapa motor yang parkir di tempat parkir Wana Wisata dan Pemandian Air Panas Alami Gonoharjo. Baca selebihnya »

Doa yang Mengancam

Posted in Sejarah dengan kaitan (tags) on 16 Oktober 2008 by hakimaza

Madrim, si kuli panggul, merasa bahwa Tuhan di atas sana tidak adil memperlakukan dirinya. Hidupnya tidak pernah bahagia dan selalu mendapat musibah. Musibah yang datang silih berganti membuatnya tak sanggup lagi menahan beban, sementara doa-doa yang dipanjatkannya tak pernah terjawab.

Dalam doanya, Madrim mulai mengancam Tuhan. Dia akan menyembah setan bila doanya tidak dikabulkan dalam 3 hari.

Itulah sekelumit cerita dalam film yang dibintangi Aming, Doa yang Mengancam. Film yang mulai beredar di bioskop pada Kamis (9/10) lalu ini merupakan sebuah film dengan genre komedi dengan sentuhan religi.

Sebuah doa yang ‘berani’, karena mengandung ‘niatan’ kesyirikan (menyembah setan bila doa tidak dikabulkan). Untungnya hanya ada dalam film, semoga tidak ada yang coba-coba meniru.

Membaca kisah si Madrim -saya sama sekali belum pernah melihat filmnya, hanya lewat thriller di tv dan sinopsis di media cetak- saya jadi teringat sebuah peristiwa yang hampir sama di masa yang lama sekali.

Berabad yang lalu, Baca selebihnya »

Selamat Jalan Guruku…

Posted in Catatan, Guru, Peristiwa dengan kaitan (tags) , on 14 Oktober 2008 by hakimaza

Selasa (14/10). Baru saja memarkir motor di sekolah, sebuah berita duka dikabarkan seorang teman. Kakak M Sifin al Mufti, Kepala SMPIT Harapan Bunda, meninggal dunia kemarin (13/10) sore. Segera kucari info, dimana rumahnya. Setelah dapat, kuajak istriku ikut serta. Sebelum ta’ziyah, aku mampir dulu ke kantor PDAM untuk membayar air. Disamping satu jalur dengan rumah duka, kewajiban membayar air ini sudah tertunda beberapa hari karena liburan.

Sampai di kantor PDAM, loket belum buka. Bahkan pegawai loket belum kelihatan batang hidungnya. Padahal waktu sudah menunjukkan pukul 07.29, sedang pelayanan buka jam 07.30. Inilah Indonesia.
Sudah tak sabar menunggu. Antara ta’ziyah dan bayar air, mana yang akan kupilih. Kalau ta’ziyah dulu, nanti balik ke PDAM lagi pasti sudah ramai antriannya. Maka kuputuskan untuk memperpanjang kesabaranku menunggu sang idola, perugas loket.

Jam 07.35, petugas loket baru tiba. Tidak langsung kerja, malah ngobrol dulu dengan rekan kerjanya. Ya Allah, tidak punya perasaan bener nih orang. Setelah menunggu lagi, akhirnya tiba giliranku. Setelah selesai, kuarahkan motor kesayanganku ke rumah duka yang hanya berjarak 300 meter dari kantor PDAM.

Tibalah aku di rumah duka, Jl. Satrio Wibowo I No. 21 Perum Tlogosari. Sebuah bendera kuning terpasang di tengah jalan. Sebuah papan yang berisi tentang berita duka tertempel di depan rumah. Baca selebihnya »

Out Bound Osma PGPQ RM

Posted in Alam, Catatan dengan kaitan (tags) , , , , , , , on 13 Oktober 2008 by hakimaza

Out bound? Jelajah alam? Inilah kesukaanku. Maka ketika dapat sms dari mahasiswi Pendidikan Guru Pengajar al Qur-an Raudhatul Mujawwidin (yang biasa disingkat PGPQ RM), untuk membantu kegiatan outbound mahasiswi baru, langsung kuiyakan.

Namun, beberapa hari kemudian, datang sebuah undangan pernikahan warna biru muda dari bu Heny, teman guru di sekolah. Hari dan tanggalnya sama, Ahad 12 Oktober 2008. Maka dengan berbagai pertimbangan, saya meminta maaf kepada beliau karena tidak bisa menghadiri pernikahannya. Yang pertama, saya sudah terlanjur janji dengan mahasiswi PGPQ RM. Kedua, pernikahannya tetap bisa jalan tanpa kehadiranku sedangkan osma PGPQ? Susah cari pengganti di waktu yang mepet dan masih suasana liburan lebaran. Sedih, pasti. Karena tidak bisa menghadiri undangan dari teman akrab. Tapi mau bagaimana lagi?

Setelah beberapa kali pertemuan dengan panitia Osma PGPQ, maka dibagilah tugas setiap panitia dan jenis permainan yang akan dilakukan. Juga kapan waktu kumpul dan berangkatnya.

Hari H. Dengan naik angkot yang dicarter, kami menuju ke lokasi kegiatan, hutan wisata Gonoharjo di Desa Nglimut, Kec. Boja, Kendal. Ketika sudah memasuki daerah Boja, mataku termanjakan dengan bentangan sawah di kiri-kanan, dengan latar belakang gunung Ungaran. Meski sudah sering ke daerah ini (entah sudah berapa puluh kali), tapi tak pernah bosan kunikmati pemandangan ini.

Jam 07.05. Sesampai di lokasi, mobil di parkir di depan kolam renang dan pemandian air hangat “Alam Asri”. Semua penumpang turun, termasuk perbekalan dan peralatan. Setelah briefing sebentar, kami melanjutkan perjalanan sesuai dengan rute yang telah ditentukan, kecuali petugas jaga Pos I.

Suasana masih sepi. Disamping masih pagi, juga karena masih lebaran. Biasanya, banyak pekemah di hutan wisata. Tapi kali ini, tak satupun. Maka rute segera diubah, lewat bumi perkemahan. Di Pos II, segera dipersiapkan permainan yang cukup menantang. Spider Web. Alatnya sederhana, seutas tali dan dua pohon. Di pos ini, setiap regu harus bisa menyeberang ke sisi lain melewati lubang yang telah dibuat. Dengan syarat, satu lubang hanya boleh dilewati oleh 1 orang saja dan tidak boleh mengenai tali yang sudah terpasang. Baca selebihnya »

Musibah

Posted in Catatan, Peristiwa dengan kaitan (tags) , , on 13 Oktober 2008 by hakimaza

Jum’at (10/10) kemarin, saya pulang kerja mboncengin istri dan anak. Istri di belakang, anak di depan. Agar lebih santai, saya mengambil rute lewat jalan kampung.
Ketika hampir sampai di pertigaan yang mengarah ke rumah, saya mulai mengurangi kecepatan, menyalakan lampu sein, dan berjalan agak ke tengah. Dari depan kosong, belakang aman.

Tiba-tiba, gubrak…
Tanpa sepengetahuanku, sebuah sepeda motor dengan kecepatan tinggi mencoba mendahului lewat sebelah kanan. Padahal motor yang kukendari sudah mulai berbelok. Maka tak ayal kedua sepeda motor jatuh di jalan beraspal.

Istriku terjungkal kebelakang, sedang saya dan anak tertindih sebagian badan motor. Anakku menangis meraung-raung. Lututku terasa perih. Beberapa orang yang berada di sekitar lokasi kejadian segera membantu.

Anakku masih menangis, mengatakan kakinya sakit. Innalillahi, jangan-jangan… Tapi alhamdulillah, ketika saya suruh berjalan ia bisa. Mungkin shock, pikirku.
Pengendara motor ‘lawan’ mengomel, masnya belok kok mendadak. Weleeh.. malah ngajak adu mulut. Dibantu beberapa saksi mata, kami serang balik si bapaknya. Dengan data-data akurat (ceilee…), akhirnya dia ngaku salah.

Alhamdulillah, tidak ada yang terluka. Anakku sudah berhenti nangisnya, istri tidak apa-apa. Hanya saya dan bapaknya tadi yang celananya sama-sama robek. Kedua motor rusak ringan. Tapi malamnya, wuaah… badan pegal semua, sakit… setelah diurut agak mendingan. Kejadian yang membuatku belajar untuk hati-hati ketika di jalan. Betul?

Mudik Kemana?

Posted in Catatan dengan kaitan (tags) , , on 9 Oktober 2008 by hakimaza

Tinggal di perumahan paling sedih kalo pas lebaran seperti sekarang ini. Beberapa hari sebelum lebaran, tetanggaku sudah siap-siap untuk pulang kampung. Alhasil, perumahan yang ada di tengah kebun pisang itupun jadi lengang. Hanya tinggal tetangga yang non muslim dan warga asli Semarang. Repotnya lagi, kalo pas mau beli sesuatu mesti keluar perumahan. Soalnya yang jualan pulang kampung semua. Wah.
Aku asli Semarang, istri juga kelahiran Semarang. Mau mudik kemana? Lha semua orang tua dan saudara juga tinggal di Semarang. Pulang kampung ke rumah orang tuaku cuma butuh waktu 15 menitan, ke rumah orang tua istriku paling sejam pake motor sudah sampai.
Sedih lagi kalo ada tetangga yang nanya
Mudik kapan pak?
Nanti setelah sholat Id
Mudiknya kemana?
Ke xxxxxx
Oh.. itu sih bukan mudik.
???
Ayo sodara-sodara, tolong bantuin aku. Apa itu mudik, apa aja kriterianya, berapa kilometer atau berapa jam perjalanan baru bisa dikatakan mudik?