Back to Gonoharjo

Setelah pekan lalu outbound ke Gonoharjo bersama PGPQ RM, Ahad (19/10) kemarin kembali saya menyambangi hutan wisata yang terletak di Kabupaten Kendal ini. Biarpun telah puluhan kali saya mengunjungi, tak pernah sekalipun bosan melanda.

Kali ini, saya mendampingi remaja masjid dalam acara Halal bi Halal Ikatan Remaja Masjid Al Ma’la (IRMALA). Nah, kalo biasanya halal bi halal hanya begitu-begitu saja, sekarang konsepnya diubah menjadi petualangan. Agar lebih variatif, kata Pak Fris yang bertindak sebagai penggagasnya.

Maka Ahad pagi kami berangkat menggunakan 2 buah mobil dan 1 truk. Semula kami, tim outbound mau berangkat duluan. Tapi karena sesuatu hal diputuskan untuk berangkat bareng, biar rame.

Saya bersama rombongan yang menggunakan mobil tiba lebih awal. Maka kami segera menuju ke hutan wisata yang terletak di lereng gunung Ungaran. Suasana masih sepi, baru terlihat beberapa motor yang parkir di tempat parkir Wana Wisata dan Pemandian Air Panas Alami Gonoharjo.

Sambil menunggu peserta datang, saya mencari lokasi untuk digunakan permainan nantinya. Setelah ketemu, barulah briefing dengan tim permainan, penjelasan tentang aturan permainan dan pembagian tugas jaga pos permainan.

Acara awal masih dipandu oleh Pak Fris, jadi kami bisa sedikit bersantai menikmati udara gunung yang jarang-jarang ditemui di kota Semarang yang sudah semakin panas dan pengab.

Acara kali ini, saya ditemani beberapa teman: Cecep (driver), Tri, Gino, Jono, Arif, Fajar, Habib, dan Rahmad. Juga ada yang putri: Khoir, Naili, Kursiyah dan Miah. Karena banyak yang membantu, jadi ringan pekerjaanku kali ini.

Permainan awal yang dibawakan oleh pak Fris tampak meriah dan seru. Lumayan untuk bina suasana dan menambah keakraban. Sekitar jam 10.30 barulah peserta digiring ke permainan yang kami bagi dalam 4 bentuk / pos.

Alhamdulillah, semua peserta telah sukses melakukan tantangan yang diberikan. Semua? Ternyata tidak. Ada satu regu yang ngambek tidak mau masuk ke sebuah pos dengan berbagai alasan. Mungkin takut kotor, karena pos yang satu ini tanahnya dibuat becek dan peserta wajib untuk merayap untuk bisa keluar dari pos ini.

Sekarang waktunya sholat dhuhur. Bagi peserta, sholat di alam terbuka mungkin merupakan sesuatu hal yang baru. Karena banyak saudara2 muslim ketika melakukan kegiatan di luar (alam bebas) melupakan kewajiban utamanya ini, sholat.

Saya jadi teringat, dulu pernah outbound di Gonoharjo juga. Waktu itu, hujan tak henti-henti sejak siang hari. Ketika jalan-jalan keluar area kemah, bertemu dengan beberapa siswa sma dengan seragam pramuka yang pada waktu itu berkemah di wana wisata. Secara iseng, seorang teman bertanya, Sudah sholat dik? Dijawab: Belum. Masya Allah, padahal jam menunjukkan pukul 17.10. Sedangkan sholat Maghrib pukul 17.45. Ngenes banget….

Kembali ke cerita outbound tadi.

Setelah sholat dan makan siang dengan lauk satu ekor ayam utuh (dengan bulu ekor sekalian) alias telur ayam, perjalanan dilanjutkan kembali. Rute yang diambil sama dengan rute kemarin Ahad. Sstt.. rute yang ditempuh adalah ‘rute wajib’ untuk hampir semua orang yang berkemah di wana wisata ini. Karena rute yang lain adalah puncak gunung Ungaran, atau Gedong Songo yang jarak tempuhnya bisa memakan waktu lebih dari 5 jam atau 10 jam bolak balik.

Sesampai di sungai, peserta harus menundukkan rasa takutnya akan air. Di bagian air terjun, peserta harus melewati air yang dalamnya mencapai 2 meter. Yang bisa renang sih kesenangan, bahkan ada yang langsung lompat dari atas. Yang tidak bisa renang? Walaupun diberi bantuan berupa tali untuk menyeberang, tapi karena kaki tidak mencapai dasar, teriak ketakutan tetap aja ada. Tapi semua sukses menyeberang dengan selamat. Track berikutnya tidak semenantang jalur sebelumnya, sampai akhirnya tiba pelataran parkir untuk meluncur pulang.

8 8 8

Sampai di Semarang, hujan mulai mengguyur. Saya langsung teringat, bahwa motorku diparkir di depan rumah pak Fris yang tidak ada atapnya. Wah, bakal mogok nih. Betul saja, motor mogok karena air masuk ke karburator. Saluran bensin harus dibuka dulu untuk membuang bensin yang tercampur dengan air. Setelah itu, brmmm… melaju pulang.

Sebuah Tanggapan untuk Back to Gonoharjo

  1. Andy MSE mengatakan:

    Kok nggak mampir ke Sekolah Rakyat di Limbangan??? udah deket tuh!

    Mas Andy, alamat SR dimana sih? Kmrn saya juga celingukan nyari. Atau ancer2nya aja, siapa tahu nanti ke Gonoharjo lagi.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s