Tangkap Daku Kau yang Bayar

Bila ada pencuri atau pembunuh yang tertangkap, atau koruptor yang ketahuan, jangan sekali-kali memasukkan mereka ke dalam penjara. Kalau hal itu dilakukan, maka kita sudah kecolongan dua kali.

Kecolongan pertama, harta benda yang sudah mereka rampas, yang belum tentu bisa kembali atau utuh. Jarang ada cerita di negeri ini, barang yang sudah hilang bisa kembali dalam keadaan utuh.

Kecolongan kedua, kalau mereka tertangkap dan kemudian dipenjara, kita ‘dipaksa’ untuk merawat mereka.

Kita harus membuatkan ‘rumah’ yang bisa menampung mereka semua. Juga kamar tidur beserta perlengkapannya. Memasakkan makanan untuk mereka, setiap hari selama mereka berada di penjara. Bahkan kita harus menyediakan ‘penjaga’ buat mereka, tidak cukup satu. Bahkan beratus-ratus, tiap hari diganti. Bukan penjaga seperti di komplek rumahku yang hanya seorang pengangguran, kemudian diberi seragam satpam. tapi penjaga-penjaga yang profesional yang dipersenjatai. Belum lagi kalau mereka sakit, kita harus mengobati mereka. Bahkan, di beberapa penjara, kita diharuskan memberi mereka pelatihan dan ketrampilan.

Kalau masih bingung dengan kecolongan kedua, coba pikirkan. Siapa yang membangun penjara beserta fasilitasnya? Negara. Uang negara dari mana? Pajak. Yang bayar pajak siapa? Ya kita-kita ini.

Tuh kan, gak enak memenjarakan pencuri, koruptor, atau pelaku kriminal yang lain.

Jadi, kalau para pelaku kriminal itu tertangkap, enaknya diapain hayo?

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s