Catatan Pengembara

mencari hakikat hidup untuk kehidupan yang abadi

Menjaga Kesadaran Diri

Seringkali kita berkata, “Membuat rencana itu mudah, tetapi merealisasikannya tidak selalu gampang.” Ungkapan itu ada benarnya, meski tidak untuk setiap orang. Setidaknya, bagi setiap muslim yang memahami konsepsi “hidup adalah menyongsong hari depan di akhirat”, sebagaimana dikatakan Allah, “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan hendaklah setiap diri melihat apa yang telah dipersembahkan untuk hari esok” (QS Al Hasyr: 17).

Berpijak dari ayat di atas, generasi pertama umat Rasulullah memahami, bahwa hari-hari mereka adalah merencanakan sekaligus menjalankan rencana itu. Mereka selalu sadar, di akhirat hanya tempat memetik, dan tak secuilpun bisa menanam.

Read the rest of this entry »

Filed under: Catatan, Renungan , ,

Rumah Tangga Muslim

Berapa banyak manusia membangun rumah tangga dengan tujuan membangun surga di dunia. Namun upaya itu tak pernah kunjung terwujud. Meski rumah tangga telah berbalut dengan materi yang berlimpah, kedudukan yang empuk ataupun kekuasaan yang membuat diri seperti raja. Bukan surga yang tercipta, namun neraka yang terasa.

Ada apa gerangan? Kenapa semua upaya tak membuahkan hasil? Apa yang salah?

Berikut adalah ciri-ciri rumah tangga Muslim. Yang insya Allah, bila ciri-ciri ini terwujud dalam rumah tangga kita, surga dunia akan segera hadir seperti keinginan yang kita idam-idamkan.
Read the rest of this entry »

Filed under: Catatan, Keluarga , ,

Membangun Surga di Dunia

Setiap kita tentu mendambakan hadirnya ‘surga’ dalam rumah tangga kita. Karena dengan hadirnya suasana surgawi ada di rumah, semua aktivitas kita kan selalu bernilai ibadah. Ada beberapa karakteristik keluarga Islami yang membuatnya menempati posisi isitmewa dalam bangunan umat ini.

Pertama, keluarga Islami adalah keluarga yang mampu memfungsikan diri menjadi ‘masjid’ bagi penghuninya. Fungsi masjid adalah sebagai tempat beribadah pada Allah. Rumah tangga Islami otomatis harus menghadirkan suasana ibadah dalam setiap tingkah laku dan juga dalam setiap ruangannya. Bapak dan ibu berfungsi sebagai imam yang memandu anggota keluarga yang lain untuk selalu taqarrub ilallah (mendekatkan diri kepada Allah). Suasana ibadah hidup dan tumbuh subur di dalamnya. Tak pernah kita dengar ‘masjid’ menghadirkan lagu dangdut, rock dan segala lagu yang sering melalaikan manusia dari mengingat Allah. Apalagi adegan buka-bukaan yang banyak menghiasi acara-acara teve. Yang banyak terdengar adalah lantunan ayat al Qur’an dan dzikir.
Read the rest of this entry »

Filed under: Catatan, Pendidikan, Renungan , ,

Kisah Dua Sejoli

Entah siapa yang pertama mengucap janji untuk sehidup dan semati. Tanpa ada wasiat terakhir atau petunjuk lainnya. Yang muncul hanya dugaan-dugaan semata.

Kemarin (18/1) peristiwa mengenas itu terjadi. Di tengah gelapnya malam dan rintik gerimis yang mulai datang di kompleks perumahanku.
Tiba-tiba, listrik padam. Padahal hujan tak begitu deras, angin juga nampak malu-malu membelai dedaunan pohon mangga yang tumbuh megah di depan rumahku yang mungil.
Read the rest of this entry »

Filed under: Catatan, Peristiwa , ,

Tanggal Arsip

Januari 2009
S S R K J S M
« Des   Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Gudang Arsip