Membangun Surga di Dunia

Setiap kita tentu mendambakan hadirnya ‘surga’ dalam rumah tangga kita. Karena dengan hadirnya suasana surgawi ada di rumah, semua aktivitas kita kan selalu bernilai ibadah. Ada beberapa karakteristik keluarga Islami yang membuatnya menempati posisi isitmewa dalam bangunan umat ini.

Pertama, keluarga Islami adalah keluarga yang mampu memfungsikan diri menjadi ‘masjid’ bagi penghuninya. Fungsi masjid adalah sebagai tempat beribadah pada Allah. Rumah tangga Islami otomatis harus menghadirkan suasana ibadah dalam setiap tingkah laku dan juga dalam setiap ruangannya. Bapak dan ibu berfungsi sebagai imam yang memandu anggota keluarga yang lain untuk selalu taqarrub ilallah (mendekatkan diri kepada Allah). Suasana ibadah hidup dan tumbuh subur di dalamnya. Tak pernah kita dengar ‘masjid’ menghadirkan lagu dangdut, rock dan segala lagu yang sering melalaikan manusia dari mengingat Allah. Apalagi adegan buka-bukaan yang banyak menghiasi acara-acara teve. Yang banyak terdengar adalah lantunan ayat al Qur’an dan dzikir.

Kedua, keluarga Islami adalah ‘madrasah’ bagi keluarganya. Setiap anggota keluarga berlomba-lomba meningkatkan diri dengan menuntut ilmu dan mengamalkan ilmu tersebut. Di antara mereka terdapat aktivitas saling menasehati dan saling memberi dukungan.

Ketiga, keluarga Islami merupakan ‘benteng’ yang melindungi anggotanya dari serbuan musuh-musuhnya. Di era globalisasi ini, serbuan pemikiran dan budaya melanda umat Islam, siang dan malam melalui media massa, media elektronik hingga produk barang dan jasa. Tanpa disadari umat Islam tengah digempur habis-habisan. Memang bukan jasad yang luka atau mati, tapi iman dan aqidahlah yang menjadi sasaran utamanya. Hingga tak heran kin banyak muslim yang tingkah lakunya tak bisa dibedakan dengan orang non-muslim.

Keempat, keluarga Islami juga merupakan ‘rumah sakit’ yang merawat jasad dan ruh anggota keluarganya. Tak akan ada keinginan dari anggota keluarga pergi ke tempat hiburan atau tempat lain sebaagi tujuan untuk mengobati kekesalan hati, kekecewaan kalbu, hingga frustasi akibat kegagalan. Semuanya merasa tentram mendiami rumah Islami. Saat mereka sakit –jasmani atau ruhani– setiap anggota keluarga langsung berfungsi sebagai dokter yang berusaha menyembuhkan.

Kelima, keluarga Islami juga merupakan markas bagi lahirnya barisan Allah, yang akan membawa bendera Islami ke seluruh penjuru dunia. Allah memberi gambaran
“Ya Rabb kami, anugerahkanlah pada kami, istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang (hati) kami, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa.” (QS. Al Furqon: 74)

Dengan kelima fungsi ini, insya Allah keluarga Islami akan mampu berperan sebagai rahim penghasil manusia paripurna yang amat dibutuhkan masyarakat kini.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s