Ia Tak Seperti Dulu Lagi

Kemarin, ketika waktu menjemput, anak saya meminta ijin untuk naik sepeda kalau berangkat sekolah.

Berani?

Insya Allah. Nanti berangkat bareng Azka.

Maksudnya?

Nanti Atikah ngampiri Azka dulu.

Tahu rumahnya?

Lho kan pernah ke sana. Rumahnya dekat lapangan.

Lapangannya kan banyak. Masih ingat yang mana lapangannya?

Insya Allah.

Saya ajukan beberapa pertanyaan kepadanya. Bukannya saya tidak percaya, namun saya ingin memastikan azzamnya. Karena jarak dari rumah ke sekolah cukup jauh, 3 km. Dan banyak melewati jalur ramai. Dulu pernah saya ajak dia sepeda-sepedaan. Namun baru jalan beberapa ratus meter dia sudah mengeluh, dan malamnya harus memijat kakinya yang pegal katanya.

Pagi ini sempat bersitegang sebentar, apakah jadi naik sepeda atau tidak. Semula ia ragu-ragu, antara jadi atau tidak.

Akhirnya diputuskan, berangkatnya bersama-sama. Saya naik motor, dan dia naik sepeda. Tujuan pertama adalah menghampiri temannya yang sudah janjian terlebih dahulu untuk berangkat sekolah naik sepeda. Saya antar dia ke rumah temannya tersebut. Setelah sampai, saya sendiri meneruskan perjalanan ke sekolah.

Di sekolah, dengan perasaan agak gimana gitu, saya menunggu kedatangannya. Beberapa pikiran buruk sempat terlintas. Namun segera aku tepis. Kekhawatiran saya sebetulnya beralasan. Jalan raya yang harus dilewati, yang melintas di depan sekolah, termasuk jalur yang padat, terutama dari arah Timur (Demak). Terlebih lagi pada jam-jam kerja seperti ini.

Beberapa kemudian, saya sudah melihat dia bersama temannya di seberang jalan. Alhamdulillah, batin saya. Setelah menyeberang dibantu pak Dani, satpam sekolah, ia tersenyum puas padaku. Seolah dia mengatakan, aku berhasil.

Yah. Ternyata kadang saya terlalu mengekangnya untuk melakukan hal-hal semacam ini. Kekhawatiran saya sebagai orang tuanya kadang terlalu berlebihan, sehingga membelenggu kebebasannya. Namun dari hari ke hari saya semakin sadar, ia bukan anak-anak lagi seperti dulu. Ia sedang tumbuh besar, menuju dunianya yang baru. Selamat datang nak!

Sebuah Tanggapan untuk Ia Tak Seperti Dulu Lagi

  1. Yohan Wibisono mengatakan:

    Nice Article, inspiring. Aku juga suka nulis artikel bidang bisnis di blogku : http://www.yohanwibisono.com, silahkan kunjungi, mudah-mudahan bermanfaat. thx

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s