Eksekutor
14 November 2011 Tinggalkan Komentar
Ia bukan artis. Tapi kedatangannya selalu ditunggu.
Ia bukan pejabat. Tapi keberadaannya sangatlah penting.
Ia bukan pengusaha. Tapi penghasilannya bisa mencapai 5 juta perhari.
Ia bukan jagoan. Tapi ia selalu disegani.
Ia bukan idola. Tapi ia selalu dicari.
Siapakah ia?
Tukang jagal alias tukang sembelih hewan qurban, hampir setiap tahun selalu dicari. Bahkan, untuk menggunakan jasanya terkadang kita harus memesan jauh-jauh hari. Seperti pada idul Adha kemarin. Keberadaan tukang jagal sangatlah berarti bagi masjid, mushola ataupun organisasi yang hendak melaksanakan penyembelihan hewan qurban.
Tidak semua orang bisa bertindak sebagai tukang jagal. Disamping ada beberapa hal yang harus diketahui atau dipelajari terlebih dahulu, tukang jagal juga membutuhkan sebuah nyali yang cukup besar. Tanpa nyali ini, maka ilmu yang sudah dimilikinya tidaklah berarti apa-apa. Dan nyali tidak berhubungan dengan besar-kecilnya ukuran badan.
“Badannya gedhe tapi nyalinya seupil,” begitu komentar ibu-ibu dikomplek saya ketika ada yang usul untuk menyembelih sapi sendiri.
Tukang jagal ini juga memegang peranan penting. Karena ia menentukan sah dan tidaknya hewan qurban yang dipotong, juga halal dan tidaknya daging hewan qurban yang akan dikonsumsi.
Pada idul Adha barusan, komplek perumahan saya kembali menyembelih hewan qurban, berupa 3 ekor kambing dan 1 ekor sapi. Sedangkan untuk tukang jagalnya memakai tenaga dari luar. Ketika semua sudah siap, ternyata tukang jagalnya belum datang. Rupanya ia sedang memotong di daerah lain. Akhirnya untuk kambing, saya potong sendiri. Setelah semua kambing sudah dipotong dan dibungkusi, tukang jagalnya belum datang juga.
Beberapa warga mengusulkan agar sapi qurbannya dipotong sendiri saja, seperti tahun kemarin. Tapi saya keberatan. Disamping karena masih trauma dengan acara pemotongan sapi tahun kemarin, saya juga sudah janji sama tukang jagalnya untuk menunggunya. Lagi pula, kalau dipotong sendiri tenaga untuk menundukkan dan menguliti sapi tidak tersedia cukup. Maklum, seperti kebanyakan orang dan kebanyakan tempat. Istilah mandor kawat yang menjadi alasan.
Dan tahukah Anda, berapa penghasilan tukang jagal seharinya (khususnya di hari idul Adha)? Untuk pemotongan sapi, tukang jagal di daerah saya mematok harga Rp 400 ribu, sedang kambing Rp 50 ribu. Taruhlah hari pertama idul Adha ada 10 sapi dan 50 kambing, maka silakan dikalikan saja. Padahal pemotongan hewan qurban biasanya sampai 4 hari (ditambah 3 hari tasyrik).




Katanya