Malu
3 Desember 2010 3 Komentar
Anak saya paling suka kalau melihat tumbuhan kecil dan berduri yang banyak tumbuh di tanah kosong atau di tepi jalan masuk perumahan. Biasanya dia akan mencari batang kering atau disentuh langsung dengan jarinya. Ketika tumbuhan itu tersentuh, maka daun-daunnya akan menguncup. Tentunya Anda tahu apa tumbuhan ini. Benar, puteri malu. Dikatakan puteri malu, mungkin karena sifatnya yang sangat peka. Disentuh sedikit saja, puteri malu langsung beringsut malu, mengatupkan daun-daunnya.
Tumbuhan ini seolah memberikan pelajaran tersendiri buat kita. Ada hubungan antara peka dan malu. Peka menunjukkan sedemikian halus sensor diri kita. Tak perlu dengan cara kekerasan atau bentakan, dengan kata-kata yang haluspun langsung terasa dan merasa. Dan malu, memberikan kita sinyal kehati-hatian. Jangan-jangan sentuhan yang seolah terasa lembut tadi, sebagai kritikan yang keras atas keburukan sikap dan sifat kita yang tidak disadari.
Lalu kenapa disebut puteri. Baca tulisan ini lebih lanjut








Katanya