Arsip untuk Alam kategori

Perangkap Tikus

Posted in Alam, Catatan, Renungan dengan kaitan (tags) , , , on 1 Oktober 2009 by hakimaza

perangkapSeekor tikus mengintip di balik celah di tembok untuk mengamati sang petani dan isterinya membuka sebuah bungkusan. Ada makanan pikirnya? Dia terkejut sekali, ternyata bungkusan itu berisi perangkap tikus. Lari kembali ke ladang pertanian, tikus itu menjerit memberi peringatan, “Awas, ada perangkap tikus di dalam rumah, hati-hati, ada perangkap tikus di dalam rumah!”

Sang ayam dengan tenang berkokok dan sambil tetap menggaruk tanah, mengangkat kepalanya dan berkata, “Ya maafkan aku, Pak Tikus, aku tahu ini memang masalah besar bagi kamu, tapi buat aku secara pribadi tak ada masalahnya. Jadi jangan buat aku peninglah.”

Tikus berbalik dan pergi menuju sang kambing, katanya, “Ada perangkap tikus di dalam rumah, sebuah perangkap tikus di rumah!” “Wah, aku menyesal dengar khabar ini,” si kambing menghibur dengan penuh simpati, “tetapi tak ada sesuatupun yang bisa kulakukan kecuali berdoa. Yakinlah, kamu sentiasa ada dalam doa doaku!” Baca selebihnya »

Mahalnya Pohon

Posted in Alam, Renungan dengan kaitan (tags) , , , on 27 November 2008 by hakimaza

Sebagai negara kerajaan yang hampir semua wilayahnya gurun pasir dan gunung batu, menyebabkan pepohonan sulit tumbuh di Arab Saudi. Tidak seperti negara kita yang jika kita pergi ke pedesaan, bisa melihat hamparan sawah dan hutan tropis yang menghijau. Di Arab Saudi, kita hanya bisa melihat hamparan gurun pasir dan bebatuan yang menyilaukan mata di siang hari. Jangan harap di Arab Saudi kita bisa melihat pepohonan rimbun di halaman rumah atau gedung. Kalaupun ada, sangat sedikit sekali.

Pada senin (24/3), saya bersama sejumlah rekan Media Center Haji (MCH) Makkah, pergi ke Jeddah untuk mengikuti rapat koordinasi dan pengarahan untuk MCH seluruh Arab Saudi. Sepanjang perjalanan ke luar kota Makkah, sampai pada perbatasan dengan Jeddah, Baca selebihnya »

Back to Gonoharjo

Posted in Alam, Petualangan dengan kaitan (tags) , , , on 21 Oktober 2008 by hakimaza

Setelah pekan lalu outbound ke Gonoharjo bersama PGPQ RM, Ahad (19/10) kemarin kembali saya menyambangi hutan wisata yang terletak di Kabupaten Kendal ini. Biarpun telah puluhan kali saya mengunjungi, tak pernah sekalipun bosan melanda.

Kali ini, saya mendampingi remaja masjid dalam acara Halal bi Halal Ikatan Remaja Masjid Al Ma’la (IRMALA). Nah, kalo biasanya halal bi halal hanya begitu-begitu saja, sekarang konsepnya diubah menjadi petualangan. Agar lebih variatif, kata Pak Fris yang bertindak sebagai penggagasnya.

Maka Ahad pagi kami berangkat menggunakan 2 buah mobil dan 1 truk. Semula kami, tim outbound mau berangkat duluan. Tapi karena sesuatu hal diputuskan untuk berangkat bareng, biar rame.

Saya bersama rombongan yang menggunakan mobil tiba lebih awal. Maka kami segera menuju ke hutan wisata yang terletak di lereng gunung Ungaran. Suasana masih sepi, baru terlihat beberapa motor yang parkir di tempat parkir Wana Wisata dan Pemandian Air Panas Alami Gonoharjo. Baca selebihnya »

Out Bound Osma PGPQ RM

Posted in Alam, Catatan dengan kaitan (tags) , , , , , , , on 13 Oktober 2008 by hakimaza

Out bound? Jelajah alam? Inilah kesukaanku. Maka ketika dapat sms dari mahasiswi Pendidikan Guru Pengajar al Qur-an Raudhatul Mujawwidin (yang biasa disingkat PGPQ RM), untuk membantu kegiatan outbound mahasiswi baru, langsung kuiyakan.

Namun, beberapa hari kemudian, datang sebuah undangan pernikahan warna biru muda dari bu Heny, teman guru di sekolah. Hari dan tanggalnya sama, Ahad 12 Oktober 2008. Maka dengan berbagai pertimbangan, saya meminta maaf kepada beliau karena tidak bisa menghadiri pernikahannya. Yang pertama, saya sudah terlanjur janji dengan mahasiswi PGPQ RM. Kedua, pernikahannya tetap bisa jalan tanpa kehadiranku sedangkan osma PGPQ? Susah cari pengganti di waktu yang mepet dan masih suasana liburan lebaran. Sedih, pasti. Karena tidak bisa menghadiri undangan dari teman akrab. Tapi mau bagaimana lagi?

Setelah beberapa kali pertemuan dengan panitia Osma PGPQ, maka dibagilah tugas setiap panitia dan jenis permainan yang akan dilakukan. Juga kapan waktu kumpul dan berangkatnya.

Hari H. Dengan naik angkot yang dicarter, kami menuju ke lokasi kegiatan, hutan wisata Gonoharjo di Desa Nglimut, Kec. Boja, Kendal. Ketika sudah memasuki daerah Boja, mataku termanjakan dengan bentangan sawah di kiri-kanan, dengan latar belakang gunung Ungaran. Meski sudah sering ke daerah ini (entah sudah berapa puluh kali), tapi tak pernah bosan kunikmati pemandangan ini.

Jam 07.05. Sesampai di lokasi, mobil di parkir di depan kolam renang dan pemandian air hangat “Alam Asri”. Semua penumpang turun, termasuk perbekalan dan peralatan. Setelah briefing sebentar, kami melanjutkan perjalanan sesuai dengan rute yang telah ditentukan, kecuali petugas jaga Pos I.

Suasana masih sepi. Disamping masih pagi, juga karena masih lebaran. Biasanya, banyak pekemah di hutan wisata. Tapi kali ini, tak satupun. Maka rute segera diubah, lewat bumi perkemahan. Di Pos II, segera dipersiapkan permainan yang cukup menantang. Spider Web. Alatnya sederhana, seutas tali dan dua pohon. Di pos ini, setiap regu harus bisa menyeberang ke sisi lain melewati lubang yang telah dibuat. Dengan syarat, satu lubang hanya boleh dilewati oleh 1 orang saja dan tidak boleh mengenai tali yang sudah terpasang. Baca selebihnya »

Maafkan Aku

Posted in Alam, Renungan dengan kaitan (tags) , on 8 September 2008 by hakimaza

Wildan adalah anak semata wayang pak Yasin. Mereka hidup berdua saja, karena sang Ibu telah meninggal ketika melahirkan Wildan. Rumah mereka terpisah agak jauh dengan rumah tetangga.
Sering Wildan membuat ulah, yang membuat pak Yasin kadang berang. Namun, demi mendengar permintaan maaf dan wajah memelas Wildan, hati pak Yasin luluh juga. Ya sudah, lain kali jangan diulangi lagi. Begitu nasihat pak Yasin. Selalu. Dan selalu, Wildan akan mengulanginya lagi.

Pernah kejadian, karena asyik mencari ikan, Wildan lalai dengan tugas yang diberikan ayahnya. Akibatnya, seekor anak kambing yang digembalakannya hilang. Dan Wildan akan meminta maaf kepada ayahnya, seperti biasa. Ayah pasti akan memaafkanku, batin Wildan. [...]
Baca selebihnya »