Ada komentar sangat arif dari mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayan Daoed Joesoef. Kata dia, “Nilai mata pelajaran Matematika ank sekolah tidak akan berubah lebih baik, meski diberikan dengan bahasa Inggris, jika dibandingkan dengan diajarkan menggunakan bahasa Indonesia.”
Sekarang lihat kebijakan SBI (Sekolah Bertaraf Internasional) yang sebelumnya didahului dengan RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional). Tentu, tidak hanya pelajaran Matematika yang diberikan dalam bahasa Inggris. Semua bidang yang sekarang diujinasionalkan, yakni Matematika, IPA, bahasa Inggris, dan bahasa Indonesia, apakah hasilnya akan setara dengan pendidikan dunia internasional hanya karena diberikan dalam bahasa Inggris?
Yang terjadi saat ini, sekolah-sekolah Indonesia ramai-ramai mengejar status menjadi RSBI. Seolah-olah dengan RSBI, mereka menjadi sekolah yang hebat.
Seorang guru di Solo mengaku, pada awal mereka mengajar dengan pengantar bahasa Inggris, siswa hanya plonga-plongo. Sebab dari 24 siswa di sekolah imersi (bilingual: Indonesia dan Inggris), penguasaan bahasa Inggris mereka masih minim. Baca selebihnya »

