Lebaran yang Berbeda

Lebaran kali ini benar-benar berbeda. Bukan tentang kondisi jalur mudik, atau jumlah pemudik yang meninggal karena kecelakaan di jalan. Juga bukan harga kebutuhan pokok yang berganti harga (bukan naik harga, banyak media yang salah dalam memberitakan hal ini… he..he..).

Tapi yang membuat berbeda adalah penetapan Hari Raya Idul Fitri oleh pemerintah. Kalau Anda perhatikan di kalender, maka jumlah hari di bulan Ramadhan adalah 29 hari. Dan ini baru terjadi tahun ini. Pada tahun-tahun sebelumnya, jumlah hari Ramadhan selalu 30 hari. Banyak rakyat Indonesia yang meyakini bahwa Baca tulisan ini lebih lanjut

6 Karakter Guru Sukses

Untuk melahirkan murid-murid yang sukses, maka dimulai dari para guru. Ibarat membuat batu bata. Kalau kita ingin agar batu batanya berbentuk kotak, maka kita harus mempersiapkan cetakan berbentuk kotak. Masalah nanti ternyata ada batu bata yang tidak berbentuk kotak, itu masalah lain. Bisa dibilang kemungkinannya 1001.

Namun, bila cetakannya sudah bulat, maka bisa dibilang mustahil akan terbentuk batu bata yang kotak.

Nah berikut ini saya tuliskan 6 karakter guru yang sukses. Baca tulisan ini lebih lanjut

Kata Ajaib

Dalam bergaul dengan manusia lain, seringkali kita tidak mampu berbuat ihsan (baik) dalam bertutur kata. Padahal Rasulullah mengaitkan hal ini dengan keimanan pada Allah dan hari kiamat.

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR Muslim)

Salah satu contoh berkata yang baik adalah dengan tidak menyinggung perasaan orang lain. Sehingga dengan perkataan tersebut orang lain merasa nyaman berada di sekitar kita. Ada kata-kata ajaib, yang bila kita biasakan ucapkan, akan menjadikan hubungan dengan orang di sekitar menjadi lebih baik.

Kata ajaib tersebut adalah: Baca tulisan ini lebih lanjut

Mana yang Benar?

Kebiasaan atau pengalaman setiap orang selalu berbeda-beda. Dan pengalaman tersebut, akan menjadi patokan bagi yang bersangkutan ketika mengalami hal yang sama atau serupa di masa yang akan datang. Bahkan beberapa diantaranya menjadi sebuah sistem yang akan berjalan secara otomatis.

Namun, seiring perjalanan waktu, kebiasaan tersebut bisa berubah. Bisa karena pengalaman tersebut ternyata terbukti tidak lagi menjadi guru yang baik, atau bisa juga karena mendapat guru (pengalaman) yang baru yang lebih baik.

Misalkan kebiasaan makan dan minum dengan tangan kanan. Sewaktu kita kecil, orang tua selalu mengingatkan kita untuk makan dan minum dengan tangan yang baik (kanan). Menerima pemberian dari orang lain juga dengan tangan kanan. Dan perbuatan-perbuatan yang lain (mayoritas) dengan tangan kanan.

Ketika besar, banyak diantara kita yang meninggalkan pesan orang tua tersebut. Entah karena alasan apa. Maka tak heran, sering kita saksikan (atau malah diri kita sendiri), ada orang yang makan dan minum dengan menggunakan tangan kiri. Meskipun ketika ia berpesan kepada anaknya, tetap mensehatkan untuk makan dan minum dengan tangan kanan. Aneh kan?

Contoh yang lain, hal ini dialami oleh anak saya. Baca tulisan ini lebih lanjut

Agar RSBI tak Elitis dan Diskriminatif

Belakangan, Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) dipelesetkan menjadi “Rintisan Sekolah Bertarif Internasional”. Selain mahal dan dinilai diskriminatif, juga dipertanyakan: benarkah sudah berjalan sesuai konsep awal? RSBI merupakan cikal bakal Sekolah Bertaraf Internasional (SBI), sebuah terobosan dalam dunia pendidikan di Indonesia yang secara konsep sebenarnya patut mendapat apresiasi. Sekolah ini menyaring siswa dengan kemampuan di atas rata-rata agar lebih optimal dalam menyerap pelajaran. Baca tulisan ini lebih lanjut