Jangan Tanya Dokter
16 Januari 2012 Tinggalkan Komentar
Di sebuah rumah sakit di Semarang, kisah ini bermula.
Seorang kenalan saya, Pak Wanto (sebut saja demikian) sangat bergembira, karena buah hatinya yang dirawat di RS sejak sepekan yang lalu sudah diperbolehkan pulang.
Maka sebagai orang tua yang baik, ia segera menghubungi bagian administrasi RS untuk menyelesaikan biaya pengobatan. Pihak kasir segera membuatkan nota (print out) untuk pak Wanto. Sebelum meninggalkan kasir, pak Wanto meneliti nota kuitansi tersebut. Dan pandangannya terpaku pada salah satu item yang mempunai nilai yang cukup besar. Karena ragu-ragu, maka dia pun bertanya pada kasir.
“Eee… maaf mbak. Mau nanya sebentar. Baca tulisan ini lebih lanjut








Katanya