Arsip untuk Ramadhan kategori

Doa yang Dikabulkan

Posted in Keluarga, Ramadhan, Renungan dengan kaitan (tags) , , , , on 1 September 2009 by hakimaza

es blewahHari itu terasa terik. Matahari memancarkan sinarnya dengan garang. Perpaduan antara haus, lapar dan panas, menjadi ujian tersendiri bagi mereka yang berpuasa, termasuk aku.

Pulang kerja, menembus belantara lalu lintas yang semakin hari semakin ruwet dan membahayakan, di tengah sengatan matahari dan aspal yang ‘berair’. Sesampai di rumah, segera kurebahkan diriku di atas lantai yang dingin. Angin sepoi-sepoi dari pintu depan yang kubuka lebar, sedikit mengusir rasa penat dan panas yang muncul.

Pepohonan yang ku tanam di depan rumah, sangat bermanfaat di saat-saat seperti ini. Memberikan kesejukan dan keteduhan untuk penghuni rumah. Berbeda dengan beberapa rumah tetangga yang halamannya habis untuk ruangan atau garasi, ditambah lagi rumah yang menghadap ke barat.

Teh lagi? tanyaku pada istriku yang sedang menjerang air.

Lha, pingin apa? kata istriku balik bertanya.
Baca selebihnya »

Kembali Fitri

Posted in Ramadhan, Renungan dengan kaitan (tags) , on 9 Oktober 2008 by hakimaza

Sebuah iklan di tipi…..
Seorang guru memberikan tugas kepada anak didiknya untuk menceritakan apa yang dilakukan ketika lebaran tiba dalam sebuah gambar.
Beberapa anak maju dengan coretan di kertas gambar dan menceritakan apa yang mereka ketahui tentang lebaran Idul Fitri. Ada yang bercerita tentang ketupa-opor, ada pula yang bersilaturrahmi dengan saudara lewat telepon. Atau diberi uang oleh ayah-ibu dan saudara pas lebaran tiba.
Lalu, seorang anak maju. Kertasnya tidak ada gambarnya sama sekali. Sang ibu guru mengernyitkan dahi.
“Kata bapak,” kata sang anak mengawali ceritanya, “Idul Fitri itu kembali ke suci (bersih)”

***

Di hari nan fitri ini…
Tuk menyempurnakan ibadah Ramadhan sebulan lalu
Dan untuk menambah kesucian diri dan hati
Dengan segenap jiwa dan kerendahan hati
Kupohonkan maaf atas segala khilaf dan dosaku
Agar dapat kutemui Rabbku
Dalam kesucian

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1429 H
Mohon maaf lahir dan batin
Taqobbalallahu minna wa minkum, ja’alanallahu minal ’aidzin wal faizin

Sebuah SMS

Posted in Ramadhan, Renungan dengan kaitan (tags) , , on 23 September 2008 by hakimaza

Beberapa hari yang lalu, sebuah pesan singkat masuk ke hape-ku. Nama seorang sahabat tertera di atasnya. Isinya sebuah nasehat:

Jika SMS masuk kita cepat-cepat baca dan balas,
tapi kenapa waktu masuk sholat tiba, tidak cepat-cepat kita laksanakan.
Isi ulang pulsa 10 ribu kita sanggup,
tapi kenapa sedekah 1000 ke masjid terasa berat.
Waktu mandi bermacam lagi dinyanyikan,
tapi kenapa waktu makan baca bismillah pun sering kita lupakan.

Sebuah pesan yang sarat nasehat. Setelah membaca pesan tadi, segera ku teruskan pesan tersebut ke nomor beberapa sahabat. Mumpung masih gratis.

Semangkuk Kolak Pisang

Posted in Catatan, Ramadhan dengan kaitan (tags) , , , on 18 September 2008 by hakimaza

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka muliakanlah tetangganya”

Awal ramadhan kemarin, pohon pisang yang tumbuh di halaman rumahku sudah berbuah matang. Setelah kutebang, buah itupun kuperam agar matang sempurna. Dan setelah matang benar, dimasaklah buah pisang itu menjadi kolak pisang nan sedap dan harum baunya.
Sebagaimana hadits Rasulullah agar kita menyayangi tetangga, maka kolak pisang yang sudah dibuat istriku dibagikan ke beberapa tetangga -maklum buah pisangnya tidak kompak matangnya. Ada rasa bahagia ketika bisa memberi sesuatu kepada orang lain, meskipun tidak lah seberapa. Terlebih pahala yang berlipat di bulan Ramadhan ini.

Barang dua-tiga hari setelah hantaran kolak pisang ke tetangga, ada orang yang mengetuk pintu rumahku.
“Bu, mau mengembalikan piring,” kata tetanggaku. Dan di dalam piring bekas hantaranku kemarin tidaklah kosong. Ada kue jadah. Alhamdulillah. Ini kesukaan anakku.

Belum lama aku duduk, kembali ada yang mengetuk pintu.
“Pak, ini dari ibu. Sekalian mengembalikan piring,” kata anak tetangga.
Dan sekali lagi, piring itu tidak kosong. Bahkan bukan hanya piringku saja yang kembali, tapi ada mangkok yang lain. Berisi lontong, sayur opor ayam dan sayur jipang (bukan jepang lho). Subhanallah. Alhamdulillah.

Maha suci Allah, ia mengganti apa yang aku berikan kepada tetangga dengan yang lebih baik dan dalam waktu yang tidak lama.

“Barang siapa memberi makanan berbuka untuk orang yang berpuasa, maka baginya pahala orang yang berpuasa”