Out Bound Osma PGPQ RM

on

Out bound? Jelajah alam? Inilah kesukaanku. Maka ketika dapat sms dari mahasiswi Pendidikan Guru Pengajar al Qur-an Raudhatul Mujawwidin (yang biasa disingkat PGPQ RM), untuk membantu kegiatan outbound mahasiswi baru, langsung kuiyakan.

Namun, beberapa hari kemudian, datang sebuah undangan pernikahan warna biru muda dari bu Heny, teman guru di sekolah. Hari dan tanggalnya sama, Ahad 12 Oktober 2008. Maka dengan berbagai pertimbangan, saya meminta maaf kepada beliau karena tidak bisa menghadiri pernikahannya. Yang pertama, saya sudah terlanjur janji dengan mahasiswi PGPQ RM. Kedua, pernikahannya tetap bisa jalan tanpa kehadiranku sedangkan osma PGPQ? Susah cari pengganti di waktu yang mepet dan masih suasana liburan lebaran. Sedih, pasti. Karena tidak bisa menghadiri undangan dari teman akrab. Tapi mau bagaimana lagi?

Setelah beberapa kali pertemuan dengan panitia Osma PGPQ, maka dibagilah tugas setiap panitia dan jenis permainan yang akan dilakukan. Juga kapan waktu kumpul dan berangkatnya.

Hari H. Dengan naik angkot yang dicarter, kami menuju ke lokasi kegiatan, hutan wisata Gonoharjo di Desa Nglimut, Kec. Boja, Kendal. Ketika sudah memasuki daerah Boja, mataku termanjakan dengan bentangan sawah di kiri-kanan, dengan latar belakang gunung Ungaran. Meski sudah sering ke daerah ini (entah sudah berapa puluh kali), tapi tak pernah bosan kunikmati pemandangan ini.

Jam 07.05. Sesampai di lokasi, mobil di parkir di depan kolam renang dan pemandian air hangat “Alam Asri”. Semua penumpang turun, termasuk perbekalan dan peralatan. Setelah briefing sebentar, kami melanjutkan perjalanan sesuai dengan rute yang telah ditentukan, kecuali petugas jaga Pos I.

Suasana masih sepi. Disamping masih pagi, juga karena masih lebaran. Biasanya, banyak pekemah di hutan wisata. Tapi kali ini, tak satupun. Maka rute segera diubah, lewat bumi perkemahan. Di Pos II, segera dipersiapkan permainan yang cukup menantang. Spider Web. Alatnya sederhana, seutas tali dan dua pohon. Di pos ini, setiap regu harus bisa menyeberang ke sisi lain melewati lubang yang telah dibuat. Dengan syarat, satu lubang hanya boleh dilewati oleh 1 orang saja dan tidak boleh mengenai tali yang sudah terpasang.

Selesai menyiapkan pos II, bersama panitia yang tersisa saya melanjutkan perjalanan. Kali ini perjalanan agak perlahan, karena medan sudah mulai mendaki. Angin yang berhembus sedikit menghilangkan gerah karena keringat yang mengucur. Diantara rerimbunan pohon kopi, dibuatlah pos III. Dengan menggunakan tali yang cukup besar, aku membuat sebuah bentangan tali antara 2 pohon. Kemudian, diatasnya seutas tali kuikatkan satu sisi saja. Tantangannya adalah, semua peserta harus bisa menyeberang ke sisi lain dengan menggunakan tali yang terentang sebagai pijakan dan tali yang hanya diikat satu sisi. Teman setim bisa membantu memegangi tali yang tidak terikat, sehingga yang menyeberang bisa berpegangan pada tali yang atas.

Selepas pos III, perjalanan agak mudah karena jalannya agak landai. Yah ada tanjakan dan turunan sih, tapi tak seberat tadi. Hanya jurang yang cukup dalam di sisi kiri kami, siap menyambut bila tak hati-hati melangkah. Kicauan burung dan desahan pohon yang tertiup angin menemami perjalanan kami. Sedangkan dari kejauhan suara air terjun sayup-sayup terdengar.

Dan setelah beberapa menit, sampailah di tujuan akhir. Sungai dengan dasar batu dan beberapa air terjun kecil. Di pos akhir ini dibagi menjadi dua pos yang semuanya berhubungan dengan air. Di Pos IV memindahkan air dengan menggunakan beberapa bilah bambu ke dalam sebuah botol yang kami letakkan lebih tinggi dari sungai. Sedangkan Pos V yang terletak di sungai bagian bawah, sebuah permainan seru sudah menanti. Setiap regu harus bisa menyeberangkan salah satu anggotanya ke seberang sungai tanpa harus menyentuh air. Alatnya yang digunakan beberapa bilah bambu utuh.

Sambil menunggu peserta datang di pos akhir ini, kugunakan untuk berbasah-basahan. Kalau peserta sudah datang, sudah tidak mungkin lagi, lha pesertanya akhwat semua alias kaum hawa. Dalam kegiatan ini, akulah yang paling ganteng. He.. hee..
Setelah puas ciblon, melahap sarapan pagi yang dibawa terasa lebih nikmat. Dingin berkolaborasi dengan lapar. Nasi bungkus lauk telur ayam terasa nikmat. Apalagi suara gemericik air sungai menambah suasana menjadi bagaimana gitu.

Ketika tim pertama sudah datang, aku segera menyingkir. Tahu diri lah. Sampai semua tim datang di pos akhir ini. Sayang, ditengah-tengah permainan ada beberapa manusia yang tak bertanggung jawab dan tak tahu malu. Mandi bertelanjang hanya memakai celdam di sungai yang digunakan untuk pos V. Terang aja peserta yang mau masuk ke pos V langsung mundur, bersembunyi. Malu. Aneh kan, pelakunya tidak malu tapi yang ngeliat malah malu. Kalo saja UU Pornografi tidak ditarik ulur, bisa dituntut tuh orang. Setelah tersangka pornoaksi pergi, barulah kegiatan bisa dilanjutkan lagi.

Semua telah berhasil melewati tantangan, nah sekarang waktunya pulang sekaligus tantangan lain. Berjalan menyusuri sungai yang jarang dilewati orang. Terlebih habis puasa dan lebaran.

‘Pak, pulangnya jadi lewat sungai?’

Sebelum kujawab, kuperhatikan ke arah puncak gunung Ungaran. Berawan tapi tidak mendung. Soalnya, kalau dihulu hujan maka sungai akan banjir. Kalau kami melewati sungai kemudian dari atas datang banjir, mau lari kemana kami. Karena sungai diapit dua tebing yang terjal, tak mungkin didaki.

‘Ya, lewat sungai.’

‘Tidak apa-apa?’

‘Insya Allah tidak apa-apa’

Maka, dengan mengucap bismillah, dimulailah perjalanan susur sungai. Berjalan menyusuri sungai dengan dasar batu harus ekstra hati-hati. Karena batu-batu yang jarang dilalui akan menjadi licin karena lumut.
Melompat antara bebatuan, menelusup ke dalam rerimbunan pohon perdu di samping sungai, dan sesekali terpeleset dan kecebur ke sungai menjadi hiburan tersendiri. Beberapa pohon berduri yang tumbuh rimbun mempuat kami harus lebih hati-hati untuk berpegangan.

Hujan beberapa hari yang lalu ternyata mempengaruhi kondisi medan yang dilalui. Disamping tanah yang gembur, juga pohon yang semula bisa dijadikan tanda telah hilang tersapu banjir. Sehingga kami sempat kehilangan arah. Tapi setelah berhenti dan mengamati keadaan sekitar, jalur yang harus dilewati ternyata tak jauh dari tempatku berdiri.
Sepanjang perjalanan tak lupa kuikatkan beberapa tali rafia merah sebagai penanda peserta yang berjalan di belakang.

Setelah satu jam lebih berjalan (hampir dua jam malah), sampailah kami di jalan raya menuju base camp. Jalan raya yang menurun membuat laju langkah kami seolah tak bisa dihentikan.

16.10. Semua peserta sudah sampai di base camp. Peserta yang sudah sampai duluan sudah mandi dan makan, tinggal saya dan beberapa panitia yang jalan paling belakang. Capek? Pasti. Tapi senang karena telah menyelesaikan satu amanah dan semua kembali dengan selamat, tidak ada yang cidera.

Tawaran dari pengasuh PGPQ RM untuk pulang bareng langsung kusambut. Setelah berpamitan kepada panitia dan tuan rumah, kami segera meluncur ke Semarang. Pulang. Namun menjelang masuk jalan tol, hujan lebat menyambut kami. Alhamdulillah. Bayangin kalau pas kami menyusuri sungai hujan. Hii…

17.55. Sesampai di SDIT Harapan Bunda, tempat kumenitipkan motor, hujan mulai reda. Tak menunggu lama, kularikan motor kesayanganku dengan satu tujuan. Rumah.

Iklan

3 Comments Add yours

  1. Andy MSE berkata:

    Wah… kuwi daerah jajahanku mas!… silah kunjung ke sekorakyat.co.cc di Limbangan

  2. marsudiyanto berkata:

    Mas Hakimaza itu domisili dimana to, kok ngerti Gonoharjo…
    Pak Andy krungu daerahe disebut terus pringas-pringis


    Pak Mars, saya tinggal di Semarang. Tapi sejak SMA sdh sering blusukan di Gonoharjo. Apalagi ada teman yang tinggal di Nglimut, Gonoharjo. Namanya Pak Haryono. Mungkin Mas Andy MSE kenal.
    Kapan2 saya tak nyebut kota Kendal, biar Pak Mars bisa ikutan pringas-pringis. Syukur2 termehek-mehek. Saya pernah tinggal di Kaliwungu selama 2-3 tahun, Pak.

  3. Ping-balik: Back to Gonoharjo |

Tuliskan komentar sobat Emha

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s