Dugderan dan Tawuran

dugderanSepulang dari menjenguk tetangga yang dirawat di RS Pantiwilasa Citarum, kukendarai motorku dengan perlahan. Arus lalu lintas saat itu cukup padat. Maklum, berbarengan dengan usai jam kerja. Motor dan mobil saling menyalip untuk menjadi yang terdahulu. Tak dipedulikan lagi keselamatan diri atau orang lain. Yang penting, cepet-cepet sampai di rumah (walau tanpa selamat). Di perempatan jalan menuju Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), terjadi penumpukan kendaraan bermotor. Karena di lokasi tersebut, tengah diselenggarakan acara Dugderan, acara tradisi menyambut datangnya bulan Ramadhan. Acara yang biasanya diselenggarakan di pasar Johar, kini dialihkan ke area MAJT. Berbagai macam dagangan ditawarkan, baik yang tradisional sampai yang modern. Gasing dari bambu, hiasan dari akar, barongan, kapal-kapalan dari seng dan beberapa mainan yang dulu menjadi primadona masih terlihat dijajakan. Disamping itu juga ada penjaja makanan yang biasanya ada di pasar malam, penjual arum manis.

Juru parkir dadakan tampak panen. Hampir di tiap ruas jalan dan tempat-tempat yang lapang digunakan oleh masyarakat sekitar untuk lahan parkir. Nah bagi Anda yang sedang ke Semarang, jangan lewatkan acara Dugderan ini, yang berlansung hingga hari terakhir Sya’ban.

Selepas dari kemacetan Dugderan, motor kularikan ke arah Timur. Sesampai di depan Laboratorium Dinas Kesehatan, dekat kampus biru AMNI, terjadi kemacetan lagi. Kali ini saya tidak tahu ada acara apa lagi, karena waktu berangkat tadi tak ada aktivitas di daerah tersebut. Mungkin ada kecelakaan, pikirku waktu itu. Karena biasanya ketika jam-jam sibuk seperti ini, kecelakaan kecil (atau malah besar) sering terjadi.

tawuranKulihat beberapa pemuda dengan potongan rambut cepak berhamburan menjauhi kampus AMNI. Paling tidak ada 20-30 motor yang berada dalam rombongan tersebut.

Lalu serombongan pemuda yang lain dari dalam kampus AMNI lari mengejar rombongan pertama dengan menggunakan pentungan dari bambu, kayu dan lain sebagainya. Sebagian yang lain melemparkan batu. Dan batu-batu itupun berbicara. Batu-batu sekepalan tangan berseliweran, beradu cepat dengan paving-paving blok.

Seorang penyerang yang tertinggal oleh rekan-rekannya terlihat ditendang dan dipukul. Saya tidak bisa memastikan, apakah ia berhasil menyelamatkan diri atau tidak.

Apa yang selama ini kulihat di layar kaca, kulihat langsung di depan mata. Istriku mulai panic, memintaku untuk segera menyingkir. Tapi tak mungkin, karena mobil dan motor di depanku juga tak bisa kemana-mana. Aku tahu kekhawatirannya, khawatir kalau terjadi salah sasaran. Seperti yang dialami oleh seorang pengendara motor yang ada di sebelahku, dipukul dan ditendang karena mengambil gambar kejadian tersebut dengan HP-nya.

Saya tidak tahu ada masalah apa, siapa saja yang terlibat, atau bagaimana ceritanya. Tapi ada satu hal yang saya ketahui, ternyata dunia pendidikan telah terkotori dengan tangan-tangan dan fikiran-fikiran anarki. Saya tak mampu membayangkan, bagaimana dunia pendidikan kita 10 atau 20 tahun ke depan. Akankah lebih baik atau lebih buruk, saat anak-anak saya mengenyam pendidikan di bangku sekolah tingkat atas atau di bangku kuliah.

Iklan

3 Comments Add yours

  1. marsudiyanto berkata:

    Mesakke bakul2 nggon dugderan.
    Lokasinya sangat2 nggak strategis buat jualan.
    Bagaimanapun, masih lebih enak di Kauman…

    1. hakimaza berkata:

      Betul pak Mars, apalagi dugderan adalah sebuah kekayaan sejarah yang mempunyai akar sejarah, kalo dipindahkan maka akan memutus sejarah itu sendiri. Tapi mau bagaimana lagi? Lagi pula kondisi pasar Johar sudah tidak seperti dulu lagi.

      Mudah-mudahan Syawalan di Kaliwungu juga tidak mengalami hal yang serupa pak Mars. Dipindah dari pasar sore ke Masjid Kendal.

  2. mamaray berkata:

    salam kenal Pak…
    saya pernah 2 tahun di Semarang. Jadi, dugderan sudah pindah lokasi yah? baru tahu…

Tuliskan komentar sobat Emha

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s