Berqurban dengan Sebatang Rokok

stop merokok!!!Beberapa hari yang lalu, satu hari sebelum Idul Adha, pak Eko menemuiku. Kami ngobrol tentang berbagai hal, ngalor-ngidul, ngetan bali ngulon. Dan ada satu cerita yang menurutku layak untuk saya tampilkan di sini.

Pak Eko tinggal di pinggiran sebuah Kabupaten. Dan masyarakat di desanya tergolong masyarakat dengan ekonomi rata-rata, maksudnya miskin enggak, kaya apalagi.

Pekerjaannya sebagai tukang jagal, menjadikan ia sering dipanggil ke mana-mana untuk memotong hewan qurban. Tapi tak pernah sekalipun ia memotong hewan qurban di desa sebelah. Dengan alasan mereka bukan orang yang dianjurkan berqurban, melihat ekonomi mereka. Tapi bagi Pak Eko, ekonomi bukanlah sebagai alasan untuk tidak berqurban. Dalam beberapa kesempatan, beliau selalu mengompori mereka untuk berqurban, dengan pahala yang diberikan Allah bagi yang berqurban. Tapi mereka tetap keukeh.

Hampir saja pak Eko putus asa dengan kondisi itu. Tapi kemudian ia melihat sebuah kesempatan yang ada. Ia melihat kebiasaan masyarakat yang tak pernah lepas, dan itu dilakukan mayoritas masyarakat desa.

Maka mulailah ia menghampiri salah seorang warga, sebut saja pak Wondo, dan mengajaknya ngobrol.

Kang, minta rokoknya ya, tanya pak Eko basa-basi.

Yo

Sampeyan sehari merokok habis berapa kang?

Siapa? Aku? Ya.. paling tidak 3 pak. Itu minimal lho. Lha gimana, nek ora ngrokok, rasanya sepet je, jawab pak Wondo

Woo.. banyak sekali tho kang. Satu batangnya harganya berapa tho kang?

Ya.. paling tidak 200-an lah.

Pak Eko munthak-manthuk. Gedhek-gedhek.

Misalkan… ini misalkan lho kang. Aku minta rokok sebatang setiap hari, boleh tidak?

Ya mesti boleh… lha cuma sebatang aja kok..

Tapi, kalau sudah tak minta, ndak boleh diminta lagi lho kang. Kan sudah jadi tegesan (abu).

Lha wis nggenah (sudah jelas)

Tenan (betul) kang?

Tenuin!

Jadi, misalkan satu hari satu batang.. kalo sebulan berarti ada 30 batang rokok ya kang?

He-eh, jawab pak Wondo sambil menghisap rokoknya dalam-dalam. Matanya sampai merem-melek, menikmati nikotin yang ada dalam asap rokok.

Kalau tadi satu batang harganya 200 rupiah, berarti sebulan ada 6 ribu. Kalo setahun berarti ada berapa ya? pancing pak Eko.

Berarti ya ada.. sekitar 70-an ribu.

Lha, misalkan kang… saya minta 200 rupiah seharga sebatang rokok tadi setiap hari, boleh ya kang?

Sebetulnya, kamu ini mau apa tho?

Nanti uang sampeyan yang 200 rupiah yang saya terima setiap hari, akan saya kumpulkan. Kalau sudah cukup nanti akan saya gunakan untuk membeli hewan qurban untuk sampeyan, kang.

Ooo begitu ya? Pak Wondo manggut-manggut.

Tapi dengan syarat, uangnya tidak boleh diambil lagi. Kan sudah jadi tegesan (abu).

Akhirnya disepakati, antara pak Eko dan pak Wondo. Setiap hari pak Wondo menyerahkan 200 rupiah kepada pak Eko. Dan ketika hal ini didengar oleh beberapa tetangga pak Wondo, mereka pun mengikuti jejaknya. Menyerahkan (menabung) uangnya untuk dibelikan hewan qurban.

Sejak saat itu, kampung pak Wondo selalu menyembelih hewan qurban. Dan jumlahnya dari tahun ke tahun selalu bertambah.

Siapa sangka, seseorang bisa berqurban dengan menyisihkan ‘sebatang rokok’ setiap hari.

Bagaimana dengan Anda?

Anda berqurban tahun ini? Atau malah sama sekali belum karena merasa belum cukup mampu untuk bequrban? Tapi kalau masalah ngeblog dan nongrong di warnet, tak pernah absen?

Banyak kisah-kisah seperti di atas, seorang pemulung yang menabung untuk membeli hewan qurban, seorang khadimat (pembantu rumah tangga) menyisihkan uang gajinya untuk membeli hewan qurban. Secara ekonomi, mereka tidak berkewajiban untuk berqurban (mudhohiy), bahkan mereka adalah orang yang berhak (mustahiq) menerima hewan qurban. Tetapi semangat mereka untuk melaksanakan salah satu sunah nabinya demikian besar.

Bagaimana dengan Anda?

Iklan

One Comment Add yours

Tuliskan komentar sobat Emha

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s