Sebuah Ceruk

SEEKOR ikan salmon kecil berenang mengikuti arus sungai. Ia hendak menuju ke lautan, mengikuti naluri alaminya. Setelah berenang cukup lama, tibalah ia di sebuah ceruk*. Ia beristirahat sejenak, sambil menikmati lingkungannya yang baru itu. Dalam ceruk tersebut, ia menemukan kedamaian dan ketenangan, di samping juga makanan yang berlimpah.

Dengan arus sungai yang tenang, ia merasa termanjakan. Inilah rumahku, inilah tujuan akhirku. Batin ikan salmon kecil. Tak perlu aku pergi ke lautan, tempat yang belum pernah aku datangi. Aku tak yakin, apakah di lautan sana akan kutemui kedamaian dan ketenangan seperti yang kurasakan saat ini.

Diacuhkannya ajakan sesama ikan salmon untuk meneruskan perjalanan. Ia asyik dengan dunianya. Buat apa capek-capek mengejar sesuatu yang tak pasti, pikir ikan salmon kecil lagi.

Tak berapa lama, datanglah serombongan ikan salmon dewasa. Dengan berbondong-bondong, sekuat tenaga mereka melawan arus.

“Hendak ke mana kalian?” tanya salmon kecil.

“Kami hendak menuju ke hulu, bertelur, dan mati. Itulah takdir kami”, jawab salah satu di antara mereka.

“Ooo”, jawab salmon kecil pendek.

Salmon dewasa menatap heran.

“Kenapa engkau tidak menuju ke lautan?”, tanyanya.

“Aku tidak mau.”

“Kenapa?”

“Buat apa? Aku sudah menemukan kehidupan yang baik di sini. Nyaman, tenang, dan kehidupanku mapan,” jawab salmon kecil.

Salmon dewasa terdiam. Ia segera berlalu, meneruskan perjalanan. Tapi belum jauh, ia kembali menoleh ke belakang.

“Tahukah engkau, bahwa di lautan sana engkau akan menemui hal-hal yang lebih baik dibandingkan di sini?”

“Benarkah?” tanya salmon kecil masih tak percaya.

“Benar. Percayalah padaku. Bukankah aku barusan pulang dari sana?” jawab salmon dewasa tersenyum.

Salmon kecil diam sejenak. Berfikir. Akhirnya…

“Baiklah, aku akan ke sana. Doakan, agar aku menemukan apa yang kuidam-idamkan,” jawab salmon kecil dengan mata berbinar. Segera ia berenang kembali, menyusul teman-temannya yang sudah terlebih dahulu berangkat. Kali ini dengan penuh semangat dan optimis.

Sahabat…

Dalam menjalani kehidupan ini, mungkin kita pernah menemukan beberapa ceruk. Setiap ceruk yang kita jumpai memberikan pesona dan daya tariknya. Merayu siapa saja yang melewati, untuk tidak beranjak darinya.

Kita merasa puas dengan apa yang sudah kita raih. Merasa cukup dengan keluarga yang (mungkin) kita bina, kehidupan yang mapan, lingkungan yang baik. Semua hal yang melingkupi kita.

Tapi ada satu hal yang mungkin kita lupakan, bahwa ceruk tidak hanya satu. Masih banyak ceruk-ceruk yang lain. Dan ada sebuah ceruk yang istimewa, sebuah ceruk yang lebih besar, lebih luas, lebih menyenangkan, lebih………

Meski tidak mudah untuk mencapai ceruk idaman itu, meski banyak rintangan yang harus kita terjang, meski banyak cobaan yang harus kita hadapi, meski banyak……..

Tapi kita harus berusaha, dengan penuh semangat dan optimis. Seperti ikan salmon kecil tadi.

Tahukah sahabat, apa ceruk idaman tadi? Ya, surga.

* Ceruk adalah cekungan yang terdapat di sungai, yang terjadi karena arus sungai. Biasanya terdapat di sebelah bawah batu besar. Karakteristik airnya tenang dan terdapat banyak hewan kecil (planton) di sana.

Tulisan ini pernah saya muat dalam blog saya yang lain.

Iklan

2 Comments Add yours

  1. marsudiyanto berkata:

    Kalau punya bakat nulis, ikan salmon kecil plus sebuah cerukpun bisa jadi cerita yg menarik… 😀

    1. hakimaza berkata:

      kadang bingung pak mars, harus mulai dari mana…

Tuliskan komentar sobat Emha

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s