Teriakan Pembunuh Jiwa

Ini bukan nama jurus dari dunia persilatan, seperti yang ada dalam film Kungfu Hustle, Auman Singa yang dimiliki istri pemilik apartemen. Di mana suara teriakannya (auman) dapat menyebabkan rontok lawan-lawannya bahkan memporakporandakan ruangan bos mafia.

Ini kisah tentang penduduk primitif yang tinggal di sekitar kepulauan Solomon, Pasifik Selatan, yang mempunyai sebuah kebiasaan meneriaki pohon. Untuk apa? Kebiasaan ini ternyata mereka lakukan apabila terdapat pohon dengan akar-akar yang sangat kuat dan sulit untuk ditebang dengan kapak. Tujuannya supaya pohon itu mati. Caranya, beberapa penduduk yang kuat dan pemberani akan memanjat hingga ke atas pohon itu.

Ketika sampai di atas pohon itu, bersama dengan penduduk yang ada di bawah pohon, mereka akan berteriak sekuat-kuatnya kepada pohon itu. Mereka lakukan teriakan berjam-jam, selama kurang lebih empat puluh hari.

Dan, apa yang terjadi kemudian sungguh menakjubkan. Pohon yang diteriaki itu perlahan-lahan daunnya akan mulai mengering. Setelah itu dahan-dahannya juga akan mulai rontok dan perlahan-lahan pohon itu akan mati dan mudah ditumbangkan.

Kalau kita perhatikan apa yang dilakukan oleh penduduk primitif ini sungguhlah aneh. Namun kita bisa belajar satu hal dari mereka. Mereka telah membuktikan bahwa teriakan-teriakan yang dilakukan terhadap mahkluk hidup tertentu seperti pohon akan menyebabkan benda tersebut kehilangan roh (jiwa)nya. Akibatnya, dalam waktu panjang, makhluk hidup itu akan mati.

Nah, sekarang, bagaimana seandainya teriakan itu ditujukan kepada makhluk hidup lainnya, manusia misalkan. Boleh jadi, dengan teriakan-teriakan itu akan mematikan jiwanya. Seorang anak yang sering diteriaki (dimarahi) akan mematikan kreativitasnya. Atau pekerja yang sering diomeli atasannya akan menurunkan kinerja.

Wallahu a’lam bishshowaab

Iklan

5 Comments Add yours

  1. marsudiyanto berkata:

    Sangat betul Mas.
    Anak yang selalu hidup dalam teriakan jelas kena efek negatipnya.
    Apalagi yg namanya manusia kan punya memory.
    Kita berusaha saja agar anak2 kita tidak termasuk yg seperti itu…
    Blog juga gitu, katanya nggak baik kalau sering diteriaki. 😀

    1. hakimaza berkata:

      Kalo saya, setiap kali berkunjung ke blog pak Mars, selalu teriak “Bisa-bisanya pak Mars!”
      Trim pak Mars, udah berkunjung dan komen 2x berturut2.
      Ngemeng2, permintaan pertemanan FB kok blm ada balasan ya…

  2. sawali tuhusetya berkata:

    tapi beda dengan demo, ya, mas? hehehe … meski mereka berteriak kenceng2, yang diteriaki cuek aja, hehe …

    1. hakimaza berkata:

      Alhamdulillah, pak Sawali bisa mampir ke sini…
      maklum pak, yang didemo telinganya pas diperbaiki di bengkel.. jadi gak denger…

  3. hotcarnews berkata:

    wah saya kurang informasi,..baru tahu gara gara liat film india (lupa judulnya) yang membahas tentang kisah pohon di solomon juga,.. Aneh,..tp nyata,..memang, seorang anak akan rapuh juga jika sering di marahi orang tua,…

Tuliskan komentar sobat Emha

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s