Kaleidoskop

Hari ini adalah hari terakhir di tahun 2009. Banyak kisah dan peristiwa yang terjadi selama setahun ini. Ada kisah suka ada juga duka. Ada yang datang ada yang pergi. Ada yang lama ada yang baru.

Hampir semua media massa, baik cetak maupun elektronik, saling berlomba untuk menyajikan peristiwa-peristiwa besar yang terjadi dalam tahun 2009 ini. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya dan yang akan datang. Dengan berbagai macam bentuk dan nama, mereka berusaha menampilkan peristiwa-peristiwa tersebut. Mulai dari bencana, tragedi, isu terorisme dan banyak hal lainnya. Mulai dari panggung sandiwara politik sampai dunia selebritis yang tak pernah kering dari berita dan gosip.

Juga tayangan-tayangan ‘Bukan Sinetron’ tapi mirip sinetron, semisal Mistery Bank Century yang menyaingi ketenaran Mak Lampir di ‘Misteri Gunung Merapi’.

Tak kalah menariknya peluncuran buku Menguak Gurita Cikeas tulisan George Junus Aditjondro yang menuai kontroversi.

Kemudian di hari-hari akhir tahun 2009 ini, berita kepergian KH. Abdurrahman Wahid atau yang biasa disebut Gus Dur, mantan Presiden RI, ikut menghiasi layar kaca dan lembar media. Berita meninggalnya cucu pendiri salah satu ormas terbesar di Indonesia ini, sejenak memalingkan perhatian masyarakat dari ontran-ontran yang ada di negeri ini.

Kita biasa menyebut rangkuman peristiwa yang terjadi dalam setahun tersebut dengan Kaleidoskop atau Kilas Balik. Yang tujuannya untuk mengingatkan kita akan peristiwa yang sudah terjadi selama satu tahun ini. Namun, kaleidoskop (atau apapun namanya) tersebut bicara tentang hal-hal yang ada atau terjadi dan berkembang di masyarakat. Yang biasanya, bukan kita pelakunya.

Pernahkah terbetik dalam pikiran kita, untuk memutar balik (rewind) peristiwa yang kita alami atau semua hal yang kita lakukan selama setahun ini. Bahasa samawinya, muhasabah. Bahasa kerennya, instropeksi diri.

Bagaimana kondisi kita setelah satu tahun berlalu? Apakah ada perubahan atau malah kita tak beranjak kemana-mana? Rencana apa saja yang berhasil kita lakukan di tahun ini, dan rencana mana yang tidak bisa kita laksanakan?

Adakah lompatan-lompatan yang telah kita lakukan? Terobosan-terobosan yang dilalui? Ide-ide cemerlang dan capaian-capaian yang kita raih?

Ingatlah di suatu hari, dimana akan ditayangkan secara live kaleidoskop kehidupan kita. Bukan selama setahun, tapi selama kita hidup di dunia. Sejak kita hadir di dunia ini sampai kita menghembuskan nafas.

Iklan

One Comment Add yours

  1. Jidat berkata:

    Selamat Tahun baru

Tuliskan komentar sobat Emha

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s