Menulis dan Membaca Lagi

Setelah vakum beberapa lama, akhirnya saya bisa menulis kembali. Yang saya tulis bukanlah hal-hal yang hebat. Ini hanyalah tentang apa yang saya alami dan lakukan, saya rasa dan saya fikir.

Dan saya berterima kasih kepada kedua kawan saya yang telah berbaik hati memberikan semangat dan dorongan. Memang menulis tidak sama seperti belajar naik sepeda. Memang menulis adalah sebuah budaya yang berkaitan dengan kebiasaan. Bila tidak sering dipakai, maka lambat laut akan menghilang. Dan bila sudah hilang, teramat sulit untuk membangkitkannya lagi.

Namun aktifitas menulis ternyata tidak lah berdiri sendiri. Ketika kelas 1 SD, selain belajar menulis maka kita diajarkan membaca. Sehingga kita membaca apa yang kita tulis dan menulis apa yang kita baca.

Menulis dan membaca adalah dua hal yang selalu berhubungan dan berkaitan. Jangan artikan membaca di sini dengan membaca sederet huruf yang tersusun menjadi sebuah kata atau membaca sekumpulan kalimat yang tersusun dalam sebuah buku.

Membaca (bagi saya) adalah proses merekam yang ada di sekitar kita untuk kemudian kita cerna dan kita fahami sehingga mampu menjadi sebuah simpanan ilmu bagi kita.

Kita bisa membaca dari wajah orang yang marah, kita bisa membaca dari tindakan atau peristiwa yang terjadi di sekitar kita. Kita juga bisa membaca dari pohon beringin yang demikian besar dan kokoh, padahal semula ia hanyalah sebuah biji yang terlampau kecil.

Kita membaca dari tingkang polah para politisi di negeri ini yang semakin tidak tahu malu. Atau dari penjahat-penjahat berdasi yang lebih menyengsarakan masyarakat ketimbang penjahat kelas teri yang biasa ngutil di mall-mall.

Ya, akhirnya saya sadar. Saya bisa membaca di mana saja, kapan saja, pada apa saja. Dari bacaan itulah, kemudian saya bisa menulis. Dan inilah tulisan-tulisan saya. Walau mungkin bukan sesuatu yang baru bagi Anda, namun ini hanya sekedar ungkapan ide.

Jadi, membaca dan menulis adalah dua kegiatan yang seiring sejalan. Anda tak bisa menulis, kalau belum pernah membaca. Dan jangan pernah membaca, kalau Anda tak mau menulis sedikitpun

Iklan

Tuliskan komentar sobat Emha

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s