Gigi 1

on

Kang Samin sudah lama ingin beli motor sebagaimana tetangga di kampungnya. Biar enak kalau mau pergi kemana-mana, katanya tempo hari.

Maka ketika ia mempunyai uang yang cukup, ia segera pergi ke dealer motor. Dan setelah mengurus surat ini-itu, dalam waktu tak kurang dari 1 minggu motor yang diidam-idamkannya pun sudah diantar ke rumah.

Saban hari ia punya kebiasaan baru, mengelus-elus motor barunya. Mau langsung dicoba, kok masih sayang, begitu kilahnya ketika ditanya tetangganya.

Namun tak urung kang Sarmin tak tahan juga untuk mencobanya. Maka diajaklah anak sulungnya yang sudah SMA untuk menemaninya menjajal motor barunya.

Deg-degan juga kang Sarmin ketika hendak menyalakan starter motor. Soalnya sudah lama ia tidak mengendari motor, itu juga motor boleh pinjam. Maka mulutnya komat-kamit sebelum menstarter motor.

Dan melajulah kang Sarmin dengan motor barunya.

Anak                :  Pak, pindah giginya pak.

Kang Sarmin :  Apa?

Anak                 :  Pindah giginya!

Kang Sarmin :  Giginya siapa?

Anak                 :  Gigi motor. Bapak dari tadi pakai gigi 1. Pindah ke gigi 2 dong.

Kang Sarmin :  Enak aja kamu ngomong. Bapak beli motor ini dengan susah payah, tahu!
Gigi 1 aja belum habis, kamu malah nyuruh bapak pindah gigi 2.

Anak                : ???

Iklan

Tuliskan komentar sobat Emha

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s