Kata Ajaib

Dalam bergaul dengan manusia lain, seringkali kita tidak mampu berbuat ihsan (baik) dalam bertutur kata. Padahal Rasulullah mengaitkan hal ini dengan keimanan pada Allah dan hari kiamat.

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR Muslim)

Salah satu contoh berkata yang baik adalah dengan tidak menyinggung perasaan orang lain. Sehingga dengan perkataan tersebut orang lain merasa nyaman berada di sekitar kita. Ada kata-kata ajaib, yang bila kita biasakan ucapkan, akan menjadikan hubungan dengan orang di sekitar menjadi lebih baik.

Kata ajaib tersebut adalah:

Please (tolong)

Ketika kita butuh bantuan atau meminta orang lain untuk melakukan sesuatu, alangkah indahnya bila kita awali dengan kata “Tolong”. Begitu juga bila kita dimintai tolong oleh orang lain. Kesan memerintah seolah hilang. Kata “ambilkan gelas” akan lebih halus dan sopan ketika diubah menjadi “tolong ambilkan gelas”. Kata ini menempatkan penerima perintah sebagai ‘dewa penolong’ ataupun ‘pahlawan’ bagi orang yang mengucapkannya.

Namun berapa banyak diantara kita yang sampai sekarang masih melakukan hal tersebut. Seolah tata krama dan sopan santun yang menjadi ciri khas budaya kita menguap bersama melambungnya harga-harga di pasar. Tata-krama dan sopan santun dianggap sebagai basa-basi, karena generasi sekarang generasi bukan basa-basi, seperti iklan sebuah produk yang sedang diguncang dengan fatma haram MUI.

Thanks (terima kasih)

Kata kedua yang tak kalah pentingnya dari kata tolong adalah terima kasih. Kata ini biasanya diucapkan setelah kita menerima sesuatu dari orang lain. Sebagai ungkapan syukur atas pemberian atau pertolongan yang diberikan oleh orang lain, sekecil apapun dan dari siapapun.

Hanya hati yang sombong dan angkuh yang tak kenal kata terima kasih. Merasa sudah sepantasnya ia ditolong oleh sang penolong, sehingga tak perlu ia mengucapkan terima kasih. Kata terima kasih begitu berarti bagi lawan bicara. Ia akan merasa dipandang dan dihargai. Terlebih bila hal ini ditujukan bagi anak-anak, maka ia akan benar-benar bangga dengan ‘bantuan’ yang diberikannya.

Sorry (maaf)

Membuat suatu kesalahan adalah sifat manusia. Dan manusia yang hebat bukanlah manusia yang tidak pernah berbuat salah. Tapi, manusia yang hebat adalah yang menyadari dan mengakui akan kesalahan-kesalahan yang pernah ia perbuat dan kemudian menyesali dan menghentikan kesalahan-kesalahan tersebut.

Dan salah satu cara untuk menyesali akan sebuah kesalahan adalah dengan meminta maaf, baik kepada Allah maupun kepada manusia. Bahkan, bila kita berbuat salah kepada sesama, belumlah lengkap bila kita belum meminta maaf kepada orang yang kita salahi.

Dalam acara tv produksi Jepang, saya sering menyaksikan orang-orang di dalamnya mengucapkan kata ini. Padahal, ia tidak berbuat salah. Ketika ia gagal dalam suatu perlombaan, ia berulangkali mengucapkan kata maaf disertai dengan sikap yang khas, membungkukkan badan. Seolah ia telah melakukan kesalahan besar, tidak memenuhi harapan pemirsa.

Nah sekarang, sudahkah 3 kata itu menjadi perbendaharaan kita sehari-hari? Atau, kita masih menganggap bahwa itu hanya sekedar basa-basi? Kalo belum mari mulai dari sekarang kita lafalkan kata ajaib ini dan semoga hubungan kita dengan orang lain akan semakin baik.

Terima kasih Anda telah bersedia membaca sampai akhir, dan terlebih lagi bila Anda bersedia memberikan sedikit komentar. Namun, tolong sampaikan dan sebarkan hal-hal yang baik dan berguna ini kepada orang lain.

Dan terakhir, mohon maaf bila ada kata yang tidak mengenakkan bagi Anda.

Iklan

3 Comments Add yours

  1. lapak berkata:

    ya benar, kata2 itu menggambarkan kita orang yang terbuka, mengakui keberadaan orang lain dan andap asor terhadap orang lain.

  2. sucipto82 berkata:

    Mantap infonya gan, keep posting N sharing 🙂
    jangan lupa mampir sini gan
    Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

  3. Ping-balik: Tawuran | Kang Hakim

Tuliskan komentar sobat Emha

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s