Yang Sehat yang Hebat

Perkembangan dunia internet demikian menakjubkan. Hingga saat ini, tak kurang dari 600 juta yang mengakses internet. Dengan hadirnya internet, telah memberikan banyak manfaat bagi penggunanya. Dengan internet kita bisa tahu kejadian di belahan dunia saat itu juga. Dengan internet kita ‘ngobrol’ dengan teman kita di manapun. Dan dengan internet pula kita bisa menimba ilmu. Dengan internet kita bisa berjualan tanpa harus menyewa toko, bayar penjaga, bayar satpam, bayar kebersihan atau tetek bengek yang dibutuhkan kalau toko itu berupa offline.

Demikian banyak manfaat yang bisa diraih dan dirasakan oleh pengguna internet. Disamping efek negatif yang tentunya tetap menyertainya. Namun seperti kita ketahui, semuanya tetap tidak bisa lepas dari man behind the gun. Semua berawal dan tergantung siapa pengguna internet itu sendiri.

Sebilah pisau yang tajam, menjadi senjata handal bagi seorang koki untuk meramu sebuah menu masakan yang lezat bagi para pemesannya. Bahkan tanpa pisau, boleh jadi koki ibarat singa tanpa cakar dan auman. Namun sebaliknya, pisau yang tajam tadi akan sangat berbahaya bila ia dipegang oleh seorang anak kecil. Ketidaktahuannya akan bahaya yang bisa disebabkan pisau tersebut, dapat menyebabkan diri dan orang di sekitarnya celaka. Dan ketika pisau itu di tangan seorang psikopat, maka ia menjadi senjata yang mematikan bagi orang di sekitarnya.

Jadi baik-buruknya internet tergantung siapa yang menggunakannya. Kita tak bisa mengatakan bahwa internet itu buruk dan berbahaya, sampai-sampai harus antipati dengannya.
Akan tetapi, kita juga tidak bisa mengatakan bahwa internet itu baik 100%. Tetap saja sama seperti di dunia nyata. Ada yang menjadi orang baik (good man) dan pastinya ada yang menjadi orang jahatnya (bad man). Di dunia maya juga masih ada orang-orang yang tidak bertanggung jawab, yang hobi memasang konten-konten yang negatif di internet dengan berbagai tujuan. Baik itu untuk menyerang individu, agama ataupun bangsa. Lebih-lebih ketika hadir blog yang mudah pengelolaannya (gratis lagi). Maka orang semakin mudah untuk mengupload konten-konten negatif tersebut dan menyebarkannya. Namun saya berkeyakinan, masih banyak orang-orang yang menolak praktek-praktek tidak terpuji para blogger tersebut. Mereka bisa memanfaatkan dan menggunakan blog yang dibuatnya untuk tujuan-tujuan yang baik.

Banyak sekali tujuan orang mengakses internet atau membuat sebuah blog. Ada yang sekedar mencari informasi, ada yang belajar, berjualan. Bahkan ada juga yang iseng.

Untuk memulai sesuatu yang baik, maka yang kita perlukan pertama kali adalah niat yang baik pula. Kita harus bertanya pada diri sendiri, apa niat kita ketika berselancar di dunia maya ini. Sebelum kita menjelajahi dunia internet yang hampir tiada batas (waktu dan tempat), ada baiknya kita tentukan terlebih dahulu apa niat atau tujuan kita saat itu. Ada baiknya pula kita membuat catatan kecil, tentang apa yang harus kita lakukan atau buka ketika memasuki internet ini. Dan berusahalah agar mematuhi agenda tersebut.

Ibarat seorang ibu rumah tangga yang masuk ke swalayan, ia harus membuat catatan barang apa saja yang hendak ia beli. Karena biasanya, jika tak ada agenda atau daftar belanjaan, maka akan ada barang-barang yang dibeli padahal ia tidak membutuhkan atau malah tidak mungkin menggunakannya. Namun barang itu terbeli hanya karena diskon besar atau hadiah menarik yang menyertainya.

Tak ada pekerjaan yang tanpa resiko. Semuanya pasti beresiko, sekecil apapun. Hanya saja, tidak semua resiko itu jelek. Juga tidak semua resiko itu baik. Jadi, sebelum kita memposting sesuatu ke dalam blog kita, perlu kita bertanya apakah ada efek negatif dari postingan kita tersebut. Sebelum kita mengupload foto di blog kesayangan, dilihat kembali apakah foto tersebut layak dan pantas untuk disebarkan?

Kemudian, kita juga harus bisa mengatur waktu. Kapan harus memulai dan kapan harus mengakhirinya. Karena waktu, berbeda dengan internet, bukanlah tanpa batas di dunia yang penuh dengan orang-orang yang berkeringat ini. Jangan sampai hanya gara-gara keasyikan online membuat kita melupakan tugas yang lain. Karena kadang ada pekerja yang hobi online (kayak yang dinyanyikan Saykoji), sehingga pekerjaan di dunia nyatanya terabaikan. Atau, kita terlalu asyik dengan ‘teman online’ sehingga melupakan teman offline (di dunia nyata). Jangan sampai kita merasa telah memiliki banyak ‘teman’, namun pada kenyataannya kita tak punya kawan satupun. Karena bagaimanapun, kita adalah makhluk sosial yang butuh orang lain secara fisik.

Disiplin diri dan komitmen adalah kunci utama agar kita bisa memanfaatkan internet dengan sehat. Tanpa disiplin dan komitmen, kita akan mudah untuk berbelok dan menyeleweng dari tujuan semula. Marilah kita mulai menempa diri, untuk menggunakan internet secara sehat. Kita buat blog untuk menyebarkan kebaikan dan menyebarkan ilmu. Kita tuai pahala yang berlipat dengan memposting hal-hal yang mampu mengubah pembaca blog kita menjadi lebih baik.

“Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya, dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” (QS Al Zalzalah ayat 7-8)

Siapa tahu, dari blog yang sederhana seperti ini, kita bisa meniru langkah Mark Zuckerberg yang masih belia, penemu jejaring sosial facebook yang mendunia, yang langsung menyodok ke tempat kedua setelah google. Di mana saat ini ada lebih dari 500 juta pengguna facebook, ini artinya dari 7 orang di dunia ada 1 orang yang mempunyai account di facebook buatan Mark.
Atau lihatlah Matt Mullenweg yang berhasil menciptakan WordPress, salah satu blog yang terkemuka. Andai saja Matt tidak berhasil, boleh jadi saya pun tidak akan merasakan kedahsyatan wordpress ini.
Juga Blake Ross pendiri browser yang saya (dan Anda mungkin) gunakan, Mozilla.

Dan masih banyak lagi orang-orang hebat yang mendunia lewat internet. Bagaimana dengan kita, apakah masih berkutat dengan hal-hal yang negatif di internet? Atau masih menganggap bahwa internet itu penuh dengan kejelekan? So, sudah saatnya merubah internet dan blog ke arah yang lebih baik, memaksimalkan fungsi dan kegunaannya untuk tujuan-tujuan kebaikan.

Tulisan ini saya ikutkan dalam Festival BLOG 2010. Mohon doa restu dan dukungannya. Komentar Anda termasuk dukungan untuk saya.

Iklan

47 Comments Add yours

  1. andra berkata:

    keren ustad…semoga menang….

    yang keren apanya? tulisannya atau saya? 😎

  2. tri silvianto berkata:

    bagus! dahsyat! terus berjuang sampai finish..nikmati prosesnya…

Tuliskan komentar sobat Emha

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s