Malu

on

Anak saya paling suka kalau melihat tumbuhan kecil dan berduri yang banyak tumbuh di tanah kosong atau di tepi jalan masuk perumahan. Biasanya dia akan mencari batang kering atau disentuh langsung dengan jarinya. Ketika tumbuhan itu tersentuh, maka daun-daunnya akan menguncup. Tentunya Anda tahu apa tumbuhan ini. Benar, puteri malu. Dikatakan puteri malu, mungkin karena sifatnya yang sangat peka. Disentuh sedikit saja, puteri malu langsung beringsut malu, mengatupkan daun-daunnya.

Tumbuhan ini seolah memberikan pelajaran tersendiri buat kita. Ada hubungan antara peka dan malu. Peka menunjukkan sedemikian halus sensor diri kita. Tak perlu dengan cara kekerasan atau bentakan, dengan kata-kata yang haluspun langsung terasa dan merasa. Dan malu, memberikan kita sinyal kehati-hatian. Jangan-jangan sentuhan yang seolah terasa lembut tadi, sebagai kritikan yang keras atas keburukan sikap dan sifat kita yang tidak disadari.

Lalu kenapa disebut puteri. Bukan raja atau ratu atau pangeran. Mungkin karena umumnya wanita (yang belum menikah) memang lebih pemalu dari yang lain. Itulah kenapa jawaban setujunya seorang gadis ketika mendapat pinangan adalah diamnya. Jika ia diam, berarti ia setuju. Karena malu adalah perhiasan buat wanita.

Orang Jepang punya tradisi sendiri tentang malu. Mereka menyebutnya harakiri, arti ekstrimnya malu lebih tinggi dari nilai kehidupan. Orang Jepang lebih memilih mati daripada hidup menanggung malu. Walau saat ini tafsiran harakiri sudah jarang dipakai di Jepang, para pejabat Jepang biasa mundur kalau dianggap gagal dalam menunaikan tugasnya.

Sedangkan di kalangan pejabat Indonesia, malu merupakan barang mahal dan antik yang hanya ada di museum dan gudang kepribadian. Sedemikian mahal dan antiknya, sehingga jarang (atau malah belum pernah) ada pejabat yang bisa mengenakan busana malu. Gagal dalam mengelola amanah menjadi hal yang lumrah. Dan mundur merupakan hal yang tabu. Mereka lebih baik memilih malu asalkan masih menjadi pejabat.

Ajaran Islam punya sendiri soal malu. Malu bukan sekedar ekspresi ketidakharmonisan hubungan sesama manusia. Lebih dari itu, ia merupakan buah dari keimanan yang dalam. Tidak mungkin seseorang yang dihatinya masih ada keimanan, mampu berbuat kejahatan, kebejatan, keculasan dan penipuan, padahal Allah selalu Melihat setiap tindak-tanduknya.

Memang menarik balajar dari tumbuhan puteri malu. Kecil, berduri, tumbuh berkelompok, tak menyolok perhatian, tapi punya kepekaan luar biasa. Sungguh benar ucapan Rasulullah saw.

Bila tak ada lagi rasa malu, lakukan apa saja yang kamu kehendaki.
HR. Al Bukhari

Iklan

3 Comments Add yours

  1. marsudiyanto berkata:

    Saya saja masih suka tertarik menyentuh kalau ketemu tumbuhan itu…

    he..he.. lha kok sama pak… ada sensasi ter…

  2. dheeasy berkata:

    Sudahkah merasakan malu hari ini??:)

    Karena tanpa malu, rem -pengendali nafsu- bisa blong… tak terkendali…

    _putrimalumainankudimasalalu_

  3. cokro berkata:

    jangan sok malu, tapi malulah ketika sok
    kwkwkwkwkwkwk

    saya malu, ketika ada orang yang tak tahu malu melakukan hal yang memalukan….

Tuliskan komentar sobat Emha

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s