Hidup

Mbok Inah masih celingukan memeriksa ruangan rumah majikan barunya. Begitu besar dan mewah. Begitu rapi dan bersih. Setidaknya untuk ukuran pembantu seperti dirinya yang masih awam dengan gaya hidup di kota besar.

Satu hal yang menarik perhatian Mbok Inah. Di tiap ruangan, selalu ia jumpai tanaman bunga yang berdiri di dalam pot. Ada pohon melati, mawar, ros, dan sri rejeki. Sebuah tanaman yang menjual keindahan dedaunan. Tiap kali mendapati tanaman-tanaman itu, Mbok Inah secara reflek menyiapkan indera penciumannya. Duh, betapa harumnya bunga-bunga itu.

Tapi, ia menemukan sebuah keanehan. Pasalnya, tak secuil pun aroma harum tercium oleh hidungnya. “Aneh! Kok, ndak wangi? Apa hidung saya yang sudah tidak beres, ya?” batin Mbok Inah sambil menggosok-gosok hidungnya.

“Ada apa, Mbok?” tanya ibu majikannya ketika menangkap kebingungan Mbok Inah.

“Anu, Nyah. Anu. Ada yang mau saya tanyakan. Mmm… gimana saya bisa nyiram-nyiram tanaman ini? Kalau disiram di sini, sayang sama lantainya yang bagus. Kalau dibawa keluar, sayanya yang ndak kuat, Nyah. Potnya besar-besar!” ungkap Mbok Inah menutupi kebingungannya.

“Mbok keliru!” ucap ibu majikan sambil senyum. “Keliru? Apanya yang keliru, Nyah?” balas Mbok Inah spontan.

“Iya. Pohon-pohon ini tidak asli. Ini dari plastik. Jadi Mbok Inah tidak perlu menyiraminya,” jelas ibu majikan sambil mengajak pembantu barunya itu menyentuh salah satu tanaman bunga.

“Oalah! Pantas tidak wangi!” ucap Mbok Inah sambil tetap terkesima dengan keindahan dan kemiripan tanaman bunga-bunga itu.

Orang banyak bisa saja terpikat. Mereka begitu takjub dengan keindahan luar yang mempesona: penampilan, tutur kata. Tapi tetap saja kesegaran dan keharuman jiwa cuma bisa diraih dari sesuatu yang hidup.

Hanya yang segar yang bisa memberikan kesegaran. Hanya yang hidup bisa memberikan kehidupan. Kesegaran ruhani, dan kehidupan hati.

Iklan

2 Comments Add yours

  1. marsudiyanto berkata:

    Bikin Hidup Lebih Hidup…

  2. dwi siswati berkata:

    Terimakasih pak,setelah membaca tulisan2 di blog pak hakim, saya jadi banyak belajar bagaimana kita dapat mengambil ibroh dari setiap kejadian…..

    Allah senantiasa membentangkan ilmu-Nya pada apa sj. tergantung kita, apakah bisa mengambil setiap hikmah dari ilmu Allah itu. Thx juga dah berkunjung

Tuliskan komentar sobat Emha

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s