Namanya Juga Gratis

on

Orang jawa bilang: ana rega, ana rupa.

Ada harga, ada (kualitas) barang. Maksudnya, harga berbanding lurus dengan kualitas barang. Semakin tinggi harga suatu barang, maka akan semakin baik pula kualitas barang tersebut. Dan sebaliknya. Semakin rendah suatu barang akan berpengaruh pada kualitas barang tersebut, yang menjadi ikut-ikutan rendah. Itu hukumnya. Walaupun kadang tidak dipakai oleh para penipu.

Lalu bagaimana dengan yang gratisan alias gretongan alias free? Padahal saat ini, pemerintah sedang giat-giatnya mengkampanyekan yang serba gratisan ini (pendidikan dan kesehatan).

Saya punya pengalaman pribadi berkenaan dengan bagaimana rasanya yang gratisan ini. Saya pernah sakit flu, sudah 2 hari belum sembuh-sembuh juga. Akhirnya saya pergi ke Puskesmas dekat rumah. Saya pilih Puskesmas ini karena disamping dekat rumah, letaknya juga satu jalur dengan tempat kerja. Jadi sekalian berangkat kerja, maksud saya. Juga untuk ngicipi Puskesmas rasa mbayar (baca: rak sah mbayar=tidak perlu membayar).

Singkat cerita, saya sudah duduk manis di ruang tunggu sejak jam 07.30. Selain saya, ada bapak-bapak yang sudah datang terlebih dulu. Petugas Puskesmas sudah berdatangan. Tapi belum satu pun yang stand by untuk memberikan pelayanan. Malah mereka asik ngobrol di ruang dalam.

Setelah 30 menit menunggu belum ada tanda-tanda ‘kehidupan’, maka saya putuskan berangkat ke tempat kerja dalam kodisi badan tidak fit.

Sampai di sekolah, istri menyarankan untuk periksa di puskesmas dekat sekolah. Maka saya pun ke tempat yang dimaksud.

Begitu sampai di puskesmas, saya langsung daftar. Beruntung, yang jaga kenalan saya, salah seorang walimurid. Akhirnya, untuk alamat menggunakan alamat dia. Soalnya, kalo pakai alamat asli dikenai biaya, karena beda kelurahan. 😀

Akhirnya tibalah giliran saya. Saya masuk ke ruang periksa. Seorang dokter perempuan setengah baya yang menerima. Di ruangan itu saya ditanya keluhannya, terus si dokter memegang tangan saya. Dan diakhiri dengan membuat resep. Cuma itu. Tidak ada acara berbaring, pakai stetoskop, atau nyalakan senter apalagi membakar kemenyan 😀 .

Setelah semua beres, saya pun pulang dengan membawa sekantung obat yang harus saya konsumsi selama 3 hari ke depan sambil bergumam: Namanya juga gratis!

Iklan

3 Comments Add yours

  1. marsudiyanto berkata:

    Lumayan, kenal penjaganya 😀


    lebih lumayan kalo kenal yang jual bakso

  2. yansDalamJeda berkata:

    hehehehe…lumayan lah. Namanya juga gratis.


    kalo gak gratis, ya rugi mas

  3. hehehe untung kenal sama si wali murid yang jadi penjaganya ya mas… oh iya, maaf saya baru baca komennya mengenai tukeran link.. link mas nya sudah saya pasang di tempat saya.. terimakasih invite nya mas 🙂


    terima kasih kembali mas, moga silaturrahmi tetap terjaga

Tuliskan komentar sobat Emha

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s