Ajari HP-mu!

Sedang seru-serunya mengikuti rapat yang agak memanas, tiba-tiba saja terdengar suara lirih

Dasar kau keong racun…
Baru kenal sudah ngajak minum racun…

Ringtone salah seorang peserta berdendang dengan suara yang agak serak-sarat kecut.

Kontan saja rapat terhenti beberapa saat. Beberapa orang senyum-senyum. Dan si empunya hp segera mematikan hpnya, sebelum peserta rapat benar-benar bergoyang karena mendengar ringtone hpnya.

Pemimpin rapat pun memulai kembali pembahasan yang sedikit terganggu oleh ulah Keong Racun tersebut. Dan kini tibalah ia memaparkan target yang harus dicapai, ketika sekonyong-konyong nyelonong

Pertahan satu cinta
Pertahan satu C – I – N – T – A

Kini hp yang lain lagi, yang sedang mendendangkan kisah cintanya. Dan rapat pun kembali terganggu.

Anda sering menjumpai hal ini? Atau Andakah pemilik hp yang usil tersebut?

Terkadang, kita meremehkan hal kecil semacam ini. Yaitu mematikan hp atau membuatnya menjadi mode silent (diam/bisu).

Lain lagi ceritanya, kalau yang ini.

Sang imam shalat sedang berdiri di depan para jamaahnya, sudah memasuki rakaat terakhir. Para jamaah larut dalam kekhusu’an. Dan konsentrasi sang imam (dan jamaah) pun menjadi buyar saat Maia (mantannya si) Ahmad dan Mulan Kwok ikutan nimbrung.

Uooo kamu buaya darat…
Busyet! Aku tertipu lagi

Si empunya tidak segera mematikan hpnya, karena ia sedang shalat. Ia khawatir kalau ia mematikan hpnya saat itu juga, shalatnya batal dan harus mengulang. Sehingga si Buaya Darat sukses menyanyi sampai reff terakhir.

Yang inipun pasti juga pernah Anda temui atau alami. Atau (lagi-lagi) malah Anda sendiri si empunya hp kurang ajar itu.

Sebetulnya apasih susahnya mematikan atau membumlam (mode silent) hp barang sejenak?

Dan kalau suatu ketika saat Anda shalat kemudian hp Anda berbunyi (karena lupa dimatikan), jangan ragu-ragu untuk mematikannya. Karena kita diperbolehkan untuk menggerakkan tangan sekedar mematikan hp. Asal jangan sampai ketika hp berdering saat kita sedang shalat, langsung mengangkap hp tersebut, dan menjawab, “Maaf. Saya sedang shalat. Nanti saya telpon balik deh.”

Ada 2 kemungkinan, kenapa hal ini sering terjadi:

  1. HPnya belum diajari sopan santun, meskipun sudah ada tulisan peringatan “Matikan HP Anda”.
  2. Pemilik HPnya masih ajaran. Jadi dia belum tahu bagaimana cara mematikan atau men-silent hpnya. Yang ini kelihatan katroknya 😀

Saya tidak tahu, kalau Anda pernah melakukannya, Anda masuk kategori yang mana.

Dan tiba-tiba…

Kukuruyuuuuuk…
Kukuruyuuuuukkk…

HP di sebelah saya berbunyi. Tanda ada sms masuk. Kalau yang ini tidak masalah. Karena saya sedang sendirian. Lagian hp saya belum pandai bernyanyi, karena masih hitam putih.

Iklan

3 Comments Add yours

  1. mengamankan pertamaxxx :p

    buaya darat.. hehehe.. oh iya mas…
    sekalian konfirmasi.. link telah tertancap..
    maaf jika terlambat 🙂
    atau… saya sudah konfirm??? hmm..
    jd sering lupa sayanya mas 😦


    di sini selalu tersedia pertamax mas
    konfirmasi link sdh pernah disampaikan

  2. Dody berkata:

    aduuhh aku nggak ngerti maksud omongannya majalah masjid kita nih.. hehe


    nggak ngerti, nggak pa-pa
    yang penting mau baca dan mau komen 😀

  3. indahsyamil berkata:

    hihihi, lucu ^_^ tapi mengingatkan.

    Sepakat bgt dengan artikel diatas, seharusnya kita lebih melihat situasi. Sedang dimana? dan sedang apa?. Menjaga kekusyuan kita dan orang lain pun harus jadi warning untuk kita.

    so.. Don’t forget to turn off your handphone or “silent PLEASE” ^_____^


    kalo msh ada yang mbandel, berarti kemungkinannya kalo gak 1 ya 2 (lihat tulisan di atas)

Tuliskan komentar sobat Emha

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s