Gangguan Lagi

Setelah sebulan diganggu oleh listrik, saya menyangka semua telah selesai. Ternyata dugaan saya salah. Ketika saya menyalakan komputer kesayangan yang sudah ngganggur sekian lama, gara-gara listrik yang tak tahu aturan itu, alangkah kagetnya saya. Karena ia nggak mau bangun, saya goncang-goncang, saya ketuk-ketuk bahkan saya kili-kili, ia tetap aja asyik molor (yang jelas ga’ pake ngiler).

Langsung saja datang pikiran buruk. Segera saya bawa ia ke klinik terdekat. Dan setelah dilakukan pemeriksaan, komputer saya divonis harus ganti motherboard dan kemungkinan juga processor. Waduh, gawat, teriak saya dalam hati. Baru saja mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk perbaikan listrik, kini saya harus mengeluarkan dana ekstra untuk komputer kesayangan.

Belum yakin dengan vonis tersebut, saya bawa komputer ke ‘rumah sakit’ yang lebih besar. Petugas jaga bilang, ini harus rawat inap pak, biar diketahui secara pasti penyebabnya. Saya tidak berani bilang vonis petugas klinik sebelumnya.

Siangnya saya ditelpon petugas jaga, bahwa saya harus mengganti motherboardnya. Alhamdulillah, cuma motherboard saja. Mudah-mudahan tidak kena processornya, sebagaimana vonis sebelumnya. Tapi saya deg-degan juga ketika sorenya ditelpon lagi, ternyata tidak hanya motherboard saja yang harus diganti. PS atau power supply-nya juga harus diganti karena terbakar. Saya nggak mau tahu kenapa kok bisa terbakar. Kemungkinan malpraktek klinik sebelumnya, karena pas diperiksa di klinik pertama sudah tercium bau terbakar. Tapi saya tak mempersoalkan itu. Yang penting prosessornya tidak ikut-ikutan ganti. Karena kalau ganti motherboard dan prosessor, mending saya beli komputer baru lagi.

Setelah rawat inap 2 hari, komputer bisa saya bawa pulang. Meskipun ketika saya bawa pulang, saya menerima kabar buruk dari petugas jaga ‘rumah sakit’. Ada beberapa bagian komputer yang terpaksa ‘diamputasi’, misalkan memorinya cuma 1 keping yang bisa dipasang, sedangkan yang satu tidak dipasang karena tidak kompatibel. Juga program-program yang sebelumnya tertanam dalam komputer juga terpaksa dihapus dan dilakukan install ulang secara keseluruhan.

Sesampai di rumah, agenda pertama saya adalah menginstall program-program yang selama ini saya butuhkan. Dan saya harus merelakan beberapa program yang tidak begitu saya butuhkan untuk hilang selama-lamanya. Dari sekian banyak program yang saya install, program Corel X3 lah yang paling susah untuk diinstall. Karena saya tidak memiliki program masternya. Saya harus mencarinya di persewaan CD. Untuk menginstall Corel X3, diperlukan keygen yang cukup ribet bagi saya. Terlebih keygen ini ternyata dianggap virus oleh AV yang saya miliki. Mau matikan sementara AV komputer, juga takut kalau keygen-nya benar-benar mengandung virus. Maka, saya menggunakan komputer lain sebagai uji coba atau sebagai korban.

Selesai menginstall Corel X3, dilanjutkan dengan menginstall program lain yang relatif lebih mudah. Dan selesai itu semua, komputer telah siap digunakan. Walaupun tentu saja berbeda dengan kondisi komputer saya sebelumnya. Jasadnya sama, tapi ‘nyawanya’ berbeda dan tentu saja ‘rasanya’ pun berbeda pula.

Iklan

One Comment Add yours

  1. Nunu Souvenir berkata:

    PC-nya perlu perwatan extra yah mas 🙂

Tuliskan komentar sobat Emha

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s