Kapan Lebarannya?

Menjelang Idul Fitri seperti sekarang ini, pertanyaan yang sering muncul atau diajukan orang adalah, Kapan mudik? Mudik kemana? Dan sejenisnya. Namun ada satu pertanyaan yang baru muncul sejak jaman reformasi bergulir. Yaitu, kapan lebarannya?

Di era orde baru, sepertinya pertanyaan terakhir tersebut adalah pertanyaan ‘haram’ untuk ditanyakan. Pada era tersebut hanya ada satu kepastian, yaitu ramadhan selalu 30 hari, tidak pernah 29 hari. Karena, kalau jumlah hari ramadhan tidak pasti, maka bisa mengganggu jadwal presiden. Maka untuk ‘menyenangkan’ hati beliau, para ulama sepakat bahwa ramadhan harus 30 hari. Kepentingan satu orang mengalahkan kepentingan warga satu negara. Ruaarrr biasaa..

Dan kini alhamdulillah masa itu telah lewat. Bahkan proses rukyatul hilal (melihat hilal, untuk menentukan awal bulan), digelar secara terbuka dan disiarkan secara langsung. Dan bagi penganut model hisab (perhitungan), juga dipersilakan jika berbeda dengan keputusan pemerintah yang didasarkan pada rukyatul hilal. Seperti tahun ini. Salah satu ormas terbesar di Indonesia sudah menentukan bahwa berdasarkan hisab, jatuh pada tanggal 30 Agustus 2011. Sedangkan pemerintah baru akan melakukan rukyatul hilal pada tanggal 29 Agustus 2011. Bila pada hari itu hilal sudah nampak, maka bisa dipastikan bahwa besoknya (30 Agustus 2011) sudah Idul Fitri. Namun bila tidak, maka puasa ramadhan akan diisti’malkan atau digenapkan menjadi 30 hari dan Idul Fitri jatuh pada tanggal 31 Agustus 2011.

Bila mengingat masalah kapan hari lebaran tiba, membuat saya terkenang pada suatu masa (ceile..). yaitu ketika masih duduk di bangku SD (kelasnya berapa agak lupa). Waktu itu ada ulangan agama Islam. Dan ada salah satu pertanyaan yang cukup membuatku kebingungan (waktu itu). Pertanyaan itu sederhana, kapan kita merayakan hari raya Idul Fitri? Saat itu saya bingung 100%. Asli. Karena semalam lupa untuk belajar. Namun tiba-tiba, pandangan saya tertuju pada kalender yang tertempel tak jauh dari tempat dudukku. Maka dengan mencuri-curi pandang, aku melirik ke kalender tersebut. Dan terpampang dengan jelas kapan Idul Fitri tiba. Dan tahukah Anda, apa yang saya tulis? Saya menulis tanggal masehinya, bukan hijriyahnya. Dan saya cukup yakin dengan jawaban saya tersebut. He..he..he..

Beberapa tahun kemudian baru saya betul-betul ngeh, kalau yang dimaksud dengan soal tersebut adalah 1 Syawal. Betewe, sebentar lagi mau lebaran. Untuk itu saya minta maaf bila ada tulisan saya yang tidak berkenan di hati pembaca, blog yang sering nganggur alias nggak aptudet.

Iklan

One Comment Add yours

  1. marsudiyanto berkata:

    Saya terkesan dengan paragraf terakhir, yg tentang Idul Fitri dijawab pakai tanggak masehi
    Wkwkwkwkwkwk 😀


    sama pak. saking berkesannya, masih teringat sampe sekarang,

Tuliskan komentar sobat Emha

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s