Berilah Sedikit Pujian

Pada suatu malam, seusai belajar, anak saya menunjukkan hasil ulangannya hari itu. Nilai 90 tertulis d ikertas ulangan dengan tinta merah.

“Bah (dari kata abah –ayah), kalau dulu tho, bu A selalu menulis kata-kata di kertas ulangan Atikah,” katanya.

“Menulis apa?”

“Ya, macam-macam. Seperti barokallah ya nak, atau belajar lagi ya. atau tulisan yang lain.”

“Hmm. Terus.”

“Iya, kalau sekarang bu guru B tidak pernah menulisi kertas ulangan seperti bu guru A.”

Saya terdiam sejenak.

“Setiap guru pasti berbeda-beda dalam menghadapi atau memperlakukan murid-muridnya. Apa yang dilakukan bu guru A, belum tentu dilakukan juga oleh bu guru B. Begitu juga apa yang dilakukan bu guru B, belum tentu dilakukan oleh bu guru A,” jawab saya.

***

Saya menghampiri beberapa anak TK yang sedang bermain ayunan. Di tangannya ada stempel bintang warna biru.

“Ih, ditangannya kok ada bintangnya?”

“Iya. Tadi dikasih bu guru.”

“Lho memangnya kenapa?”

“Karena aku tadi berani maju ke depan.”

“Oh ya? Barakallah ya.”

“Aku juga dapat bintang. Dua. Satu karena bisa berhitung dan satu lagi karena menghabiskan makan siang.”

“Kalau aku karena tidak datang terlambat.”

 ***

 Manusia, terlebih anak-anak, tetaplah butuh sebuah pujian. Sekecil apapun. Karena pujian tersebut bisa berarti penghargaan, bukti eksistensi ataupun yang lainnya.

Seperti pada kasus anak saya. Ia rindu dengan pujian dari gurunya yang berupa tulisan di kertas ulangan, ketika ia memperoleh nilai bagus. Ataupun nasehat dan pendorong semangat ketika si anak memperoleh nilai kurang bagus atau jelek.

Sebagaimana tentu kita akan senang, bila ada orang yang memuji (dengan proporsional) kita ketika kita berhasil mengerjakan sesuatu.

Kita terkadang begitu pelit dengan pujian tersebut. Padahal pujian adalah penghargaan yang paling murah, karena tidak perlu membayar. Dan bila disampaikan pada saat yang tepat, cara yang tepat dan tidak berlebih-lebihan, akan memberikan efek yang luar biasa.

Apa sih susahnya mengucapkan selamat kepada anak yang bisa bangun lebih awal?

Apa sih susahnya mengucapkan selamat kepada anak yang mau makan sayuran atau mau menghabiskan jatah makannya?

Apa sih beratnya memberikan sebuah pelukan ketika anak berani tampil di panggung sebuah acara?

Apa sih beratnya menuliskan beberapa patah kata pada bukunya atau kertas ulangannya ketika ia mampu menyelesaikan tugasnya atau meraih nilai yang tinggi?

Ingatlah. Pujian adalah sebuah penghargaan. Dan sebuah penghargaan akan menjadikan anak-anak kita orang yang mau dan bisa menghargai orang lain.

Iklan

One Comment Add yours

  1. Sawali Tuhusetya berkata:

    setuju banget, mas. anak2 memang sangat membutuhkan pujian utk membesarkan hatinya. kertas ulangan anak smp pun masih suka saya komentari di sebelah nilai.


    sayangnya, tidak banyak orang tua atau guru seperti pak sawali

Tuliskan komentar sobat Emha

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s