Sumpah Sampah

foto:inetSumpah pak, saya tidak mencuri.

Sumpah, saya tidak bohong.

Sumpah bu, tadi sudah saya kembalikan.

Sumpah om, kemarin sudah saya bayar.

Dan sumpah-sumpah yang lain. Yang acapkali diucapkan seseorang untuk menguatkan pernyataannya, bahwa ia tidak melakukan sesuatu atau ia telah melakukan sesuatu.

Dalam kondisi kepepet, kata-kata sumpah memang sering diucapkan untuk mencari rasa aman. Karena ia percaya, bila ia telah bersumpah maka orang yang diajak bicara akan percaya dengan apa yang ia ucapkan.

Namun apa jadinya bila ia terlalu sering mengucapkan sumpah? Maka jadilah sumpah sampah itu.

Sumpah sampah juga sering dilakukan mereka yang Allah amanahi dengan kekuasaan (ingat! bukan manusia yang memberi amanah, tapi Allah) . Mereka bersumpah untuk melaksanakan semua tugasnya dengan baik. Mementingkan kepentingan orang banyak di atas kepentingan sendiri. Namun ketika selesai mengucapkan sumpah, ia lalai dengan semua yang pernah ia sumpahkan. Inilah sumpah sampah. Sumpah yang tiada berguna sama sekali. Masih mendingan sampah, bisa didaur ulang.

Tapi tentunya, tidak semua sumpah itu sampah. Ada sumpah yang bila diucapkan dengan kesungguhan dan tekad akan menjadi sesuatu yang mulia.

Lihatlah sumpah palapa yang digaungkan Mahapatih Gajah Mada. Dengan sumpahnya, ia mampu menaklukkan nusantara di bawah kerajaan Majapahit. Meski banyak kepahitan yang harus ia telan untuk itu. Namun ia telah bersumpah dan memegangnya hingga nyawa meregang.

Juga hari Ahad kemarin, (sebagian) pemuda bangsa Indonesia memperingati hari Sumpah Pemuda. Sumpah yang diikrarkan berpuluh tahun yang lalu. Sumpah yang dilakukan oleh pemuda dan pemudi Indonesia yang peduli dengan persatuan dan kesatuan bangsanya, yang terdiri dari bermacam suku dan bangsa. Sumpah yang dilakukan dengan sepenuh jiwa dan raga, sepenuh perhatian dan pikiran, juga sepenuh pemahaman akan akan arti sumpah yang mereka ucapkan.

Sumpah yang tidak diikuti dengan niat untuk melaksanakan apa yang ia sumpahkan, berpotensi untuk menjadi sampah. Sumpah yang tidak dibarengi dengan tekad yang kuat juga akan menjadi sampah. Dan sumpah yang tidak didukung dengan amal nyata juga akan menjadi sampah.

Maka berhati-hatilah, jangan sampai anda mengucapkan Sumpah Sampah.

Iklan

Tuliskan komentar sobat Emha

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s