Rasa Bersalah

Penyesalan (foto:inet)Rasa bersalah yang bersemayam dalam dada membuat hidup gelisah, tidurpun resah. Bayang-bayang akibat perbuatan juga membayang di depan mata. Perasaan bersalah tersebut kadang menghantui, ketika melakukan sebuah kesalahan, meski itu diluar kemauan dan kemapuan kita.

Rasa bersalah inilah yang acap kali digunakan penegak hukum untuk membekuk pelaku kejahatan. Menurut yang pernah saya baca, seorang yang baru saja berbuat kejahatan akan terus terbayang dengan kejahatan yang dia lakukan. Rasa bersalah itu akan membuat sang pelaku kejahatan berlaku tidak sewajarnya. Hal inilah yang digunakan polisi untuk mengidentifikasinya.

Seseorang yang membawa barang berbahaya atau barang terlarang, ketika melewati pemeriksaan kepolisian akan menunjukkan gelagat yang tidak wajar. Dan pacuan jantung yang semakin cepat, akan membuatnya lebih berkeringat dari biasanya. Sehingga di mata polisi yang terlatih akan terlihat dengan jelas tanda-tanda ini.

Saya juga pernah membaca, bahwa seorang pelaku pembunuhan (yang belum diketahui perbuatannya) merasa tidak nyaman hidupnya. Ia terlihat sering mondar-mandir. Sering ‘ditemui’ korbannya.

Namun rasa bersalah ini tidak cukup mempan untuk mereka yang sudah terbiasa berbuat kejahatan. Kalau pun ada, rasa itu tidak sebesar ketika ia pertama melakukan kejahatan tersebut. Dan seiring dengan waktu dan jumlah kejahatan yang ia lakukan, rasa bersalah itu akan berkurang dan lambat laun akan hilang tanpa bekas.

Sebagaimana para pelaku koruptor dan koruptris (kalau ada aktor dan aktris, kenapa mereka juga tidak disebut demikian). Semakin sering ia melakukan korupsi, maka semakin lihai lah ia menyembunyikan rasa bersalah itu. Bukan pada seberapa besar ia korupsi, tapi seberapa sering. Ingatlah pepatah: alah bisa karena biasa.

Maka peliharalah rasa bersalah itu. Bukan untuk membuat kita takut pada berbuat dan memandang ke depan. Tetapi sebagai pembelajaran, agar kita tidak salah lagi dalam melangkah.

Iklan

Tuliskan komentar sobat Emha

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s